KEDIRI – Pasca pandemi dan kini memasuki masa endemi, perlahan sektor usaha khususnya UMKM mikro kembali bangkit. Sejumlah pelaku ekonomi ini tentunya membutuhkan modal usaha. Belum lagi bersamaan memasuki tahun ajaran baru. Dimana Pegadaian selalu menjadi pilihan bagi warga membutuhkan pinjaman.
Ditemui di ruang kerjanya, Danar Dono Pujo P, Sales Head Pegadaian Kediri menjelaskan bahwa sejak awal Bulan Februari, sektor usaha mulai bangkit dan tumbuh sejak awal tahun ini. “Kita sebelumnya terkendala Covid saat itu semua lini terdampak pandemi. Sejak awal Tahun 2022, saat pemerintah menyatakan memasuki masa endemi, sektor-sektor usaha mulai bangkit dan tumbuh. Salah satu dampak, rata-rata masyarakat kemudian mengambil dananya dari Pegadaian melalui program Usaha Gadai,” jelasnya.
Bahwa masyarakat, terang Danar Dono Pujo, memilih memanfaatkan jasa pegadaian dari harus dijual rugi. “Selain mendapatkan modal, apalagi ini bersama anak-anak masuk sekolah. Mereka memilih pegadaian, karena memang sistem kami terapkan cepat, aman, mudah dan murah. Apalagi seiring Pegadaian kini sinergi dengan BRI dan PNM mulai Tahun 2022. Pihak BRI memberikan fasilitas gratis 12 outlet dan kini telah bertambah menjadi 12. Inilah salah satu faktor, menjadikan omzet pegadaian untuk dari bulan ke bulan naik mencapai 12%,” ungkapnya.
Pun demikian, dijelaskan Sales Head Pegadaian Kediri, Sektor Usaha Non Gadai belum sepenuhnya kembali. “Jaminan BPKB dan sertifikat sebenarnya segmen yang kita bidik. Karena pandemi, sejumlah pelaku ekonomi terkendala angsuran dan terhambat pelunasan hingga sekarang. Istilah kami masih tertatih-tatih, meski kami terus membuka diri untuk memberikan pinjaman kepada pelaku usaha mikro,” ungkapnya.









