KEDIRI — Dari tanah Kediri, aliran solidaritas kembali menguat menuju Sumatera. Enam truk bermuatan bantuan kemanusiaan diberangkatkan dari Mako BPBD Kabupaten Kediri pada Rabu (3/12). Deru mesin truk itu seakan menjadi saksi betapa masyarakat Kediri tak tinggal diam melihat saudara-saudara mereka dilanda bencana.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana—atau yang akrab disapa Mas Dhito—menuturkan bahwa pengiriman bantuan dilakukan dalam dua tahap sebagai bentuk kepedulian seluruh warga Kabupaten Kediri. Tahap pertama diberangkatkan melalui BPBD dengan enam truk penuh muatan, sedangkan bantuan tahap kedua berasal dari PKK. Hingga kini, total donasi yang terkumpul mencapai kurang lebih Rp175 juta dan masih akan terus dibuka hingga Kamis (4/12).
“Bantuan ini kami wujudkan dalam bentuk barang, bukan uang. Karena di lokasi bencana, kebutuhan paling mendesak adalah barang untuk bertahan hidup,” ujar Mas Dhito.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, merinci jenis bantuan yang diterima BPBD—mulai dari obat-obatan, mie instan, pampers, pembalut, kopi bubuk, teh, minyak kayu putih, roti kering, air mineral, hingga beras.
“Seluruh bantuan dikirim menuju BPBD Provinsi Jawa Timur menggunakan enam truk ini, sebelum akhirnya diteruskan ke wilayah terdampak di Sumatera,” jelas Djoko.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mengulurkan tangan membantu para korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Dalam setiap barang yang dikirim, terselip harapan dan doa agar para penyintas bisa kembali bangkit.









