Diharapkan Beli Saham Persik, Mas Dhito : Saya Persedikab Sampai Mati

Bagikan Berita :

KEDIRI – Meski hadir bersama istrinya saat launching tim Persik Kediri beberapa waktu lalu, namun hati dan jiwa Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, rupanya hanya untuk Persedikab. Hal ini ditegaskan saat dikonfirmasi usai acara pelepasan bibit ikan di Bendung Gerak Gampengrejo, Rabu (24/08). Bukan masalah uang sebenarnya bagi orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini. Sepertinya ada alasan lain sehingga tidak ingin masuk wilayah Kota Kediri.

Bahwa harapan Persikmania, Persik tetap berada di Kediri dan kepemilikan saham dikuasai warga Kediri. Kini isu berkembang, bahwa tim ini hanya sekedar dijadikan bisnis untuk meraup keuntungan semata. “Saya Persedikab sampai mati,” tegas Mas Dhito, sapaan akrabnya.

Berada di posisi juru kunci dan bila melihat kekuatan lawan, cukup berat bagi tim Macan Putih untuk meraih kemenangan. Menjadikan sejumlah Persikmania menuntut Manajemen Persik agar menyiapkan tim lebih baik. Diantaranya segera mencari pelatih baru, mencoret nama Arthur Irawan dan Joanderson dari susunan pemain inti.

Apalagi saat laga kemarin, selain kalah telak dari PSS Sleman, ribuan suporter Super Elang Jawa hadir di Stadion Brawijaya dan menyoraki Arthur. Sejumlah suporter rela menempuh perjalanan 6 jam ini, mengaku kecewa saat Arthur bergabung di Sleman.

“Mentang-mentang punya saham 51%, dia seenaknya bisa main dan memilih pemain yang akan dimainkan. Seakan dia yang berkuasa di tim,” ungkap Budi, salah satu suporter Elang Jawa. Seiring perpindahan kepemilikan saham mayoritas dikabarkan mencapai 75% dimiliki PT. Astar Asia Global (AAG). Maka seluruh manajemen lama akhirnya diganti baru termasuk ditunjuknya Rawindra Ditya sebagai direktur utama dan koleganya Danilo Fernando duduk sebagai direktur tehnik.

jurnalis : Kintan Kinari Astuti
Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :