KEDIRI – Kabar kurang menggembirakan datang dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kediri. Program yang selama ini rutin dinikmati ribuan siswa terpaksa dihentikan sementara akibat keterlambatan pencairan anggaran dari pemerintah pusat. Kondisi ini membuat penyaluran makanan bergizi ke sekolah-sekolah penerima belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah MI Islamiyah Banjarmlati, berdasarkan aduan dari salah satu wali murid kepada redaksi kediritangguh.co. Selama ini, sekolah tersebut menerima suplai MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan 2. Terhentinya distribusi pun memunculkan berbagai pertanyaan dari wali murid, mengingat program ini telah berjalan secara reguler selama beberapa bulan terakhir.
Asisten Lapangan SPPG Tamanan 2, Haris, menegaskan bahwa penghentian operasional ini bersifat sementara dan tidak berkaitan dengan kendala teknis di lapangan. Seluruh kesiapan operasional, mulai dari dapur hingga distribusi, disebut tetap dalam kondisi siap.
“Untuk sementara memang ada penghentian operasional karena keterlambatan pencairan dana dari pusat. Proposal sudah kami ajukan dan disetujui, namun proses pencairan di akhir tahun ini belum tuntas,” ujar Haris saat dikonfirmasi, Senin kemarin.
Ia menjelaskan, selama ini mekanisme pencairan dana berjalan lancar dengan sistem rutin setiap dua minggu sekali. Sejak mulai beroperasi pada September 2025, SPPG Tamanan 2 baru kali ini menghadapi kendala pencairan anggaran.
Menjelang jadwal distribusi pekan ini, pihak SPPG Tamanan 2 sempat menunggu hingga Minggu siang sambil tetap bersiaga. Namun karena dana belum juga masuk, pihaknya akhirnya menyampaikan pemberitahuan resmi kepada seluruh sekolah penerima bahwa pendistribusian MBG untuk sementara belum dapat dilaksanakan.
Saat ini, SPPG Tamanan 2 melayani 18 sekolah di Kota Kediri, dengan total penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis pada periode ini mencapai 2.815 siswa. Jumlah tersebut menjadikan program MBG sebagai salah satu penopang penting pemenuhan gizi anak sekolah di daerah tersebut.
Meski distribusi terhenti sementara, Haris menegaskan bahwa secara umum pelaksanaan program berjalan baik tanpa kendala lain. Ia memastikan, pihaknya siap kembali beroperasi begitu dana dari pemerintah pusat diterima.
“Begitu pencairan dana sudah masuk, kami akan langsung kembali beroperasi dan menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis ke seluruh sekolah penerima,” tegasnya.
Bagikan Berita :








