KEDIRI – Di tengah geliat transformasi digital Kota Kediri, satu kabar segar mengalir lembut: Chatbot Lapor Mbak Wali kini berwajah baru, mengenakan identitas cantik berakhiran 112. Angka yang mudah diingat itu bukan sekadar deret digit, tapi juga tanda komitmen Pemerintah Kota Kediri menghadirkan layanan publik yang ramah, cepat, dan terpercaya.
Mulai 1 November 2025, nomor baru 0811 364 112 resmi diaktifkan. Langkah ini menandai babak baru pelayanan digital Pemkot Kediri—lebih sederhana, lebih aman, dan lebih akrab dengan warganya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri, Ronny Yusianto, menuturkan bahwa pergantian nomor ini bukan sekadar teknis, melainkan upaya mempererat jalinan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Sebelumnya, chatbot Mbak Wali masih memakai nomor acak yang sulit diingat. Kini kami gunakan nomor cantik berakhiran 112 agar lebih mudah diingat dan diakses warga,” ujar Ronny, Jumat (17/10).
Tak hanya mudah diingat, nomor baru ini juga telah terverifikasi oleh Meta—lengkap dengan tanda centang biru sebagai bukti keamanan dan keaslian akun resmi pemerintah. Di balik perubahan ini tersimpan tekad untuk melindungi data warga sekaligus meningkatkan kenyamanan interaksi digital.
Nomor anyar ini lebih ringkas—hanya sepuluh digit—membuatnya ringan di ingatan dan cepat dijangkau. Meski begitu, Ronny memastikan bahwa nomor lama tidak langsung ditinggalkan. Layanan masih akan berjalan beriringan hingga warga benar-benar terbiasa dengan nomor baru.
“Nomor lama baru akan kami nonaktifkan setelah masyarakat beralih sepenuhnya ke nomor baru. Kami ingin transisi ini berlangsung halus dan tidak mengganggu layanan,” tambahnya.
Langkah sederhana namun bermakna ini menjadi bagian dari upaya besar Pemkot Kediri dalam menumbuhkan kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah. Chatbot “Mbak Wali” bukan lagi sekadar kanal pengaduan—ia kini hadir sebagai jembatan komunikasi, simbol keterbukaan, dan bukti bahwa pelayanan publik bisa terasa manusiawi, bahkan lewat layar gawai.
Dengan nomor cantik berakhiran 112, Pemkot Kediri seakan berpesan: teknologi boleh maju, tapi yang paling penting adalah tetap dekat dengan warganya—dengan sentuhan digital yang tulus dan terpercaya.









