foto : Nanang Priyo Basuki

Big Match Persik vs Persib Tanpa Suporter Tamu, Panpel Perketat Pengawasan Tiket

Bagikan Berita :

KEDIRI – Kasus penyalahgunaan penjualan tiket laga big match antara Persik Kediri kontra Persib Bandung di Stadion Brawijaya mencuat ke publik. Sejumlah tiket dilaporkan diperjualbelikan dengan harga jauh di atas ketentuan resmi oleh oknum dari komunitas suporter.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, membenarkan adanya praktik tersebut. Ia mengatakan, keterbatasan kuota tiket kerap menjadi pemicu persoalan, terutama pada pertandingan yang menyedot animo besar penonton.

“Kalau big match, wajar ada warga yang tidak kebagian tiket. Apalagi kuota hanya sekitar 3.000 lembar,” ujar Tri Widodo.

Menurutnya, sistem distribusi tiket memang dilakukan melalui kerja sama resmi dengan komunitas suporter Persik. Komunitas tersebut bertugas membagikan tiket kepada anggotanya berdasarkan daftar yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Namun demikian, Panpel menemukan adanya oknum yang menyalahgunakan kepercayaan tersebut. Tiket yang seharusnya diperuntukkan bagi anggota justru dijual kembali demi keuntungan pribadi.

“Ada yang ketahuan dan langsung kami lakukan refund. Itu jelas pelanggaran,” tegasnya.

Panpel Persik Temukan Tiket Dijual Dua Kali Lipat

Panpel mencatat, tiket kategori utama yang seharusnya dijual seharga Rp80 ribu, ditemukan dipatok hingga Rp115 ribu. Bahkan, tiket ekonomi yang berharga resmi Rp50 ribu dijual hingga Rp100 ribu dan tetap laris di pasaran.

Tri Widodo mengakui, praktik percaloan bukan hal mudah untuk diberantas sepenuhnya. “Calo itu ada di mana-mana. Begitu ada peluang, pasti muncul,” ujarnya.

Meski begitu, ia menilai pimpinan komunitas suporter Persik bersikap tegas dan kooperatif dalam menangani persoalan tersebut. “Saya yakin para pentolan komunitas tetap tegak lurus. Yang bermasalah itu oknum di level bawah,” katanya.

Kasus serupa, lanjut Tri, juga pernah terjadi saat Persik menjamu Persis Solo. Hingga kini, Panpel baru menemukan satu kasus penjualan tiket oleh oknum dari komunitas tertentu.

Menjelang laga kontra Persib Bandung, Panpel kembali menegaskan aturan pertandingan tanpa kehadiran suporter tamu. Pemeriksaan identitas akan dilakukan secara ketat di setiap pintu masuk stadion.

“Nanti masuk stadion wajib menunjukkan KTP. Suporter tamu tidak diperkenankan masuk. Bahkan kalau punya tiket sekalipun, tetap akan ditolak,” tegasnya.

Kebijakan tersebut, kata Tri, telah disepakati dalam rapat koordinasi bersama aparat keamanan di Mapolres Kediri Kota dan sudah diberitahukan kepada manajemen Persib Bandung sejak satu bulan lalu.

“Tidak ada alasan bagi suporter tamu untuk datang. Ini mutlak, laga tanpa suporter tamu,” pungkasnya.

Bagikan Berita :