KEDIRI – Diduga ulah sejumlah oknum suporter menjadikan jajaran Polres Kediri harus melakukan penjagaan ekstra 24 jam di semua pintu perbatasan. Disampaikan AKP Rizkika Atmadha Putra dikonfirmasi Jumat (17/06), bahwa sesuai perintah Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho seluruh jajaran diminta waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi agar tidak terjadi kerusuhan.
Aksi vandalisme masih diduga dilakukan oknum suporter Arema beberapa hari lalu, rupanya berbuntut panjang. Sejumlah suporter Persikmania merasa tidak terima dan berniat melakukan balasan. Kian memanas setelah Persik Kediri dikalahkan Arema, pada Rabu lalu. Kemenangan itu pun diduga gol kontroversial atas keputusan Wasit Ginanjar Rahman dari Jawa Barat.
Usai pertqndingan, terlihat sejumlah suporter membawa atribut Persik hendak menuju Malang melalui Kandangan. Mendapat informasi ini, Kapolres Kediri langsung memberikan perintah dilakukan pengamanan.
“Hingga tadi malam tim kami masih standby di perbatasan antara Kediri dan Malang dengan diterjunkan 45 personil. Sejauh ini terpantau tidak ada pergerakan dari Aremania. Kami standby mulai dari jam 11 malam sampai jam 5 pagi. Bapak Kapolres memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan penjagaan di perbatasan antara Malang dan Kediri. Salah satunya di Kandangan dengan personil terdiri dari Satlantas, Sabhara dan Satreskrim,” terang AKP Rizkika.









