KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Satgas Pangan melakukan pemantauan harga serta ketersediaan bahan pokok di Pasar Induk Pare, Jumat (6/2/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi potensi gejolak harga menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri yang waktunya saling berdekatan.
Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan secara intensif mengingat momen puasa dan Lebaran hampir selalu diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat.
“Bahan pokok harus terus dimonitor dan dievaluasi. Setelah pengawasan penuh saat Nataru, kami lanjutkan kembali di Januari dan Februari karena bulan depan sudah memasuki Ramadan,” ujar Tutik.
Pemantauan kali ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Deputi Keamanan Pangan Bappenas turut hadir untuk melihat langsung kondisi stok dan stabilitas harga pangan di daerah. Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar inflasi pangan tidak melonjak menjelang hari besar keagamaan.
Tutik menjelaskan, sejumlah komoditas strategis menjadi fokus pemantauan, antara lain telur ayam, daging ayam, gula pasir, beras, bawang merah, dan cabai.
“Untuk telur, Alhamdulillah masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) dan stoknya aman hingga Lebaran. Gula juga relatif stabil. Beras terus kami pantau dan Bulog siap menggelontorkan beras SPHP jika dibutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, komoditas cabai menjadi perhatian khusus karena harganya dikenal sangat fluktuatif dan kerap menjadi penyumbang inflasi.
“Kemarin harga cabai sempat berada di kisaran Rp70–75 ribu per kilogram, hari ini turun menjadi sekitar Rp67–68 ribu. Ini terus kami awasi agar tidak menembus Rp100 ribu saat hari raya,” ungkap Tutik.
Ia menambahkan, naik-turunnya harga cabai dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari cuaca ekstrem hingga serangan jamur yang menurunkan hasil panen petani. Meski demikian, distribusi pasokan dari luar daerah turut membantu menahan lonjakan harga.
“Kediri tidak hanya bergantung pada hasil panen lokal. Pasokan dari daerah lain juga masuk dan ini cukup efektif menjaga stabilitas harga,” katanya.
Hal senada disampaikan Koordinator Pedagang Besar Cabai Pasar Induk Pare, Henry Ariyawan. Menurutnya, kenaikan harga cabai sejak akhir tahun lalu dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan banyak tanaman terserang jamur.
“Bulan Oktober harga masih murah. Mulai November hingga Desember naik karena banyak tanaman rusak akibat jamur, bukan virus, tapi karena cuaca ekstrem,” terangnya.
Henry menyebut sejumlah sentra produksi cabai di wilayah Kediri seperti Besowo, Wonorejo, hingga Puncu mengalami penurunan produksi. Kondisi tersebut membuat pasokan berkurang, sementara permintaan relatif stabil sehingga harga terdorong naik.
“Kalau tidak ada suplai dari Jawa Tengah dan Banyuwangi, kemungkinan harga bisa lebih tinggi. Untungnya pasokan dari luar daerah masih masuk,” jelasnya.
Meski demikian, Henry optimistis harga cabai akan cenderung menurun menjelang Ramadan seiring adanya panen susulan.
“Insyaallah harga bisa turun. Ada panenan susulan dari Kediri dan juga dari luar daerah. Hari ini saja, harga grosir pagi masih Rp72–73 ribu, sore sudah turun ke Rp68 ribu. Perubahannya bisa cepat, hampir seperti saham,” ujarnya.
DKPP Kabupaten Kediri juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Berdasarkan data yang ada, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kediri dipastikan aman hingga Ramadan dan Idulfitri.
“Masyarakat tidak perlu khawatir atau menimbun. Stok aman dan pemerintah terus hadir memantau,” tegas Tutik.
Sebagai langkah konkret stabilisasi harga, DKPP bersama Satgas Pangan akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serta pasar murah di sejumlah lokasi. Selain itu, pengawasan terhadap potensi penimbunan dan pelanggaran HET juga akan diperketat.
“Jika ditemukan pedagang yang menjual di atas HET atau melakukan penimbunan, Satgas Pangan bersama Polres akan menindak tegas sesuai aturan dan SK terbaru yang berlaku,” pungkasnya.
Dengan pengawasan dari hulu hingga hilir, pemerintah daerah berharap harga bahan pokok tetap terkendali sehingga masyarakat Kabupaten Kediri dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga.









