Antisipasi Bentrokan Suporter, Polisi Bubarkan Arak-arakan di Perbatasan Kediri–Malang

Bagikan Berita :

KEDIRI – Suasana jelang derby Jawa Timur antara Arema FC dan Persik Kediri mulai memanas. Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aparat kepolisian gabungan dari wilayah Kediri dan Malang meningkatkan pengamanan, khususnya di kawasan perbatasan kedua daerah.

Polres Kediri telah menggelar patroli intensif sejak Sabtu sore atas instruksi Kapolres Kediri AKBP Bramstyo Priaji. Langkah ini dilakukan guna mencegah aksi anarkis yang melibatkan oknum suporter menjelang pertandingan bergengsi tersebut.

Upaya pengamanan berlanjut hingga Minggu dini hari. Dipimpin langsung oleh Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap rombongan suporter yang dinilai berpotensi memicu kericuhan.

Sebanyak 21 orang yang diduga oknum suporter asal Malang diamankan saat melakukan arak-arakan dan berupaya memasuki wilayah Kabupaten Kediri.

Amankan Miras

Kapolsek Kandangan Polres Kediri, Iptu Winarto, menjelaskan bahwa sebagian besar dari mereka masih berusia di bawah umur, berkisar antara 15 hingga 18 tahun.

“Dari hasil pemeriksaan, alasan keberangkatan mereka beragam. Ada yang mengaku hanya ingin jalan-jalan, namun ada pula yang terpengaruh isu-isu provokatif di media sosial. Petugas juga menemukan botol minuman keras di dalam jok sepeda motor mereka,” ungkap Iptu Winarto.

Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, seluruh oknum suporter tersebut dikawal ketat oleh petugas gabungan hingga perbatasan Kediri–Malang. Mereka kemudian diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

“Sesuai arahan pimpinan, kami berkomitmen menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif menjelang pertandingan derby Jawa Timur,” tegas Kapolsek Kandangan. Hingga berita ini diturunkan, seluruh kekuatan Polres Kediri telah disiagakan penuh melakukan patroli dan menjaga semua pintu perbatasan Kabupaten Kediri.

jurnalis : Bram Radyan
Bagikan Berita :