KEDIRI – Disinyalir adanya sejumlah pengurus organisasi Nahdlatul Ulama terlibat dalam tim pemenangan ataupun tim sukses (timses), namun tidak mengajukan permohonan non aktif sementara.
Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil dikonfirmasi usai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 di Balai Kota Kediri, Selasa (22/10) menjelaskan.
Bahwa pihaknya telah kesekian kali menyampaikan anjuran untuk mengajukan syarat administrasi. Selain itu, Gus Ab demikian sapaan akrab Ketua PCNU. Berharap keberadaan Nahdlatul Ulama tidak dipergunakan dalam rangkaian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Secara administrasi surat menyurat berkaitan dengan itu, tentu tidak menjadi pengurus secara resmi ataupun non aktif. Yang kedua kalau pun ke sana kemari ngomong NU dalam Pilwali. Saya tegaskan, bukan atas nama NU tapi atas nama timses,” ungkapnya.
Soal Hibah 46 miliar

Bukan hanya timses, Gus Ab juga meminta bagi pengurus hingga di tingkatan ranting. Jika terlibat sebagai koordinator kelurahan salah satu pasangan calon (paslon), untuk mengajukan non aktif.
“Saya sudah anjurkan kepada semua jajaran untuk tidak membawa NU di Pilkada. Bahwa NU berpolitik di dalam bangsa,” terangnya.
Ketika disinggung terkait anggaran dana hibah Rp. 46 miliar diterima PCNU? Gus Ab memilih enggan menjawab. “Kalau itu no coment, sampean tahu sendiri kan seperti apa gitu,” jelas Gus Ab.
Jurnalis : Kintan Kinari Astuti Editor : Nanang Priyo Basuki