foto : Anisa Fadila

Angin Pembaruan Ekonomi Berembus di Kota Kediri: Koperasi Merah Putih Tosaren Mulai Menata Langkah

Bagikan Berita :

KEDIRI – kembali merasakan denyut pembangunan ekonomi tingkat kelurahan ketika hembusan angin segar tiba di Tosaren. Pada Kamis kemarin, lokasi calon kantor Koperasi Merah Putih ditinjau langsung, menandai langkah awal menuju lahirnya sebuah pusat layanan ekonomi baru yang diharapkan mampu menggerakkan roda kesejahteraan warga.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi, menyampaikan bahwa dari tiga usulan lokasi KKMP di Kecamatan Pesantren—Tosaren, Ngletih, dan Pesantren—Tosaren menjadi pilihan utama. Alasannya jelas: status tanah yang terang benderang, akses jalan raya yang mudah, dan kedekatan dengan lingkungan permukiman membuatnya layak menjadi pionir.

“Peninjauan hari ini terfokus di Tosaren karena lokasinya dinilai strategis dan status tanahnya jelas milik Pemerintah Kota. Selain dekat jalan raya, kawasan ini juga berada tidak jauh dari perkampungan,” ujarnya.

Langkah ini juga ditujukan untuk memastikan kesiapan pengurus KKMP agar gerai bisa beroperasi begitu bangunan rampung. Namun, ada tantangan yang perlu diselesaikan: keberadaan para pedagang kaki lima (PKL) yang hingga kini masih menempati area tersebut. Penyelesaian pun diupayakan melalui pendekatan dari pihak kelurahan.

“Harapan saya, KKMP Tosaren segera bergerak sejak memiliki badan hukum. Dinas telah memberikan pelatihan tiga hari penuh untuk membuka ruang tanya jawab sekaligus menguatkan pemahaman terkait Koperasi Merah Putih,” tambah Eko.

Senada dengan itu, Lurah Tosaren, Joko Prayitno, menegaskan bahwa lahan yang dimanfaatkan berada di atas SHM Nomor 38 dan kini masih ditempati para PKL. Karena itu, proses relokasi menjadi tahap penting sebelum pembangunan dimulai. Nantinya, di lahan yang sama akan berdiri dua bangunan: kantor MBG dan gerai KKMP.

“Kami sudah memberi pemahaman pada PKL bahwa karena lahan ini adalah aset pemerintah daerah, sewaktu-waktu pasti digunakan untuk pembangunan. Mereka sudah siap ketika waktunya tiba,” jelasnya.

Untuk memastikan transisi berjalan tertib, kelurahan telah mengirim surat pemberitahuan dengan tenggat pembersihan lahan pada 19–26 November, serta menyiapkan lokasi alternatif di belakang kantor kelurahan, tepatnya di kawasan Sumber Bulus. Dengan selesainya proses ini, pembangunan bisa segera dimulai.

Dorongan agar KKMP mulai bergerak sebelum gerai fisik berdiri disambut baik oleh Ketua KKMP Tosaren, Tanti Rifaah. Ia memastikan bahwa pengurus telah menyiapkan langkah kerja, dengan fokus utama pada usaha sembako—menjawab kebutuhan warga dan menguatkan karakter Tosaren yang dipenuhi para pelaku UMKM.

“Kami fokus pada penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau atau setidaknya setara dengan pasar, seperti sembako dan gas. Kami juga sudah menjalin komunikasi awal dengan Bulog dan Pertamina untuk membuka peluang kerja sama,” ujarnya.

Tanti menambahkan bahwa penguatan kapasitas melalui studi banding amat penting. Malam ini, pengurus dijadwalkan berkunjung ke KKMP Bandar sebagai langkah perdana, yang nantinya akan dilanjutkan ke daerah lain yang dinilai berpotensi memberikan wawasan baru.

Ia menutup dengan tekad bahwa setiap keputusan tetap diambil melalui musyawarah, agar arah koperasi benar-benar selaras dengan kebutuhan warga dan cita-cita besar pemberdayaan ekonomi.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :