foto : istimewa

AKTIF Kediri: Gerakan Kolaboratif Menuju Industri Film Nasional

KEDIRI – Dalam langkah nyata mendukung ekonomi kreatif sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bekraf) meluncurkan program Akselerasi Kreatif (AKTIF) di Kabupaten Kediri.

Mengangkat tema “Dari Karya ke Karir: Langkah Nyata Masuk Industri”, program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam membuka lebih banyak peluang karir kreatif di bidang perfilman, khususnya bagi talenta lokal. Melalui kolaborasi antara Kemenparekraf, Pemerintah Kabupaten Kediri, dan komunitas film setempat, AKTIF hadir sebagai jembatan yang menghubungkan karya kreatif dengan potensi industri.

Program ini digagas oleh Deputi Bidang Kreativitas Media dan fokus pada pengembangan subsektor Film, Animasi, dan Video (FAV). Direktur FAV, Doni Setiawan, menegaskan subsektor ini memiliki potensi pertumbuhan tertinggi di antara seluruh subsektor ekonomi kreatif. Namun, pertumbuhan ini memerlukan dukungan ekosistem yang kuat dan sumber daya manusia yang siap bersaing.

“AKTIF hadir untuk membekali pelaku kreatif lokal dengan keterampilan profesional mulai dari pengembangan ide cerita, penulisan naskah komersial, hingga strategi distribusi dan branding,” ujar Doni.

Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, menambahkan bahwa AKTIF tidak hanya mendukung ekspresi seni, tetapi juga mendorong agar karya yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi dan membuka jalan karir di industri film.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah seperti di Kediri sangat penting agar pertumbuhan ekosistem kreatif nasional benar-benar dimulai dari kekuatan lokal,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa program ini sejalan dengan tujuan pembangunan nasional dalam RPJMN 2025-2029, yaitu memperkuat ekonomi kreatif sebagai solusi penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.

Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari pembangunan SDM dan transformasi ekonomi daerah. Menurutnya, potensi sektor film harus dimaksimalkan agar menghasilkan produk-produk inovatif yang mampu bersaing secara global.

Acara ini menghadirkan narasumber dari kalangan profesional industri film, termasuk Orista Primadewa H, CEO Oris Pictures, serta tim produksi yang membahas tren masa depan industri perfilman seperti pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sebanyak 90 peserta yang terdiri dari pelajar dan komunitas film lokal ikut serta secara aktif dalam kegiatan ini.

Ke depan, Kemenparekraf terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar AKTIF dapat berkembang menjadi program jangka panjang. Harapannya, semakin banyak karya dan talenta film dari berbagai daerah yang bisa bersaing di panggung nasional dan internasional, memperkuat posisi industri kreatif Indonesia di mata dunia. (*)