KEDIRI – Suasana hangat dan meriah dalam acara “Ayo Rangkulan Maneh Jawa Timur Nyedulur lan Makmur” di Tirtayasa Park, Kota Kediri, Sabtu (8/11), mendadak berubah tegang. Di tengah ribuan pengunjung yang memadati lokasi, aksi pencopetan justru mencoreng jalannya kegiatan yang dihadiri pejabat penting, termasuk anggota DPRD Jawa Timur dan Wali Kota Kediri.
Kapolsek Kediri Kota membenarkan adanya sejumlah laporan kehilangan barang berharga saat acara berlangsung. Hingga Sabtu siang, sedikitnya 15 orang telah mendatangi Polsek Kediri Kota untuk melapor. Polisi kini masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
“Untuk sementara masih ada 15 laporan kehilangan,” jelas Kapolsek Kediri Kota Kompol Ridwan Sahara.
Salah satu korban, Andik, warga Kayen Kidul, mengaku keponakannya yang masih anak-anak menjadi sasaran copet.
“Waktu berangkat sekitar pukul tujuh, tiba-tiba dipepet seseorang. Setelah sadar, tasnya sudah terbuka dan satu handphone hilang. Untungnya satu lagi masih ada,” ungkapnya.
Korban lain, Lusi, warga Kaliombo, juga menceritakan pengalaman serupa. Ia kehilangan dompet berisi uang tunai sekitar Rp1 juta, kartu ATM, serta dokumen penting.
“Saya nggak merasa dipepet. Pas mau ambil kupon air di depan Polsek, baru sadar dompet hilang. Langsung saya laporan ke polisi. Di sana banyak yang datang juga, bahkan ada yang nangis karena iPhone barunya hilang,” tuturnya.
Menanggapi insiden tersebut, Polsek Kediri Kota langsung menurunkan tim untuk menyelidiki modus pelaku di sekitar area acara. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berada di tempat keramaian dan segera melapor jika mengalami kehilangan.
Kegiatan yang seharusnya menjadi simbol kebersamaan warga Jawa Timur ini pun diwarnai keprihatinan akibat ulah segelintir oknum yang memanfaatkan keramaian untuk berbuat kriminal. Meski begitu, aparat kepolisian memastikan akan terus berupaya mengungkap kasus ini dan mengamankan pelaku agar tak meresahkan warga.









