KEDIRI – Kegundahan selama ini dirasakan para orang tua siswa, dimana anaknya turut dalam Turnamen Basket Antar Pelajar Piala Wali Kota Kediri, akhirnya menyampaikan aduan ke redaksi kediritangguh.co dengan meminta identitasnya dirahasiakan. Sejumlah orang tua peserta ini, mengadukan terkait biaya pendaftaran kian tahun naik, namun hanya mendapatkan sertifikat tanpa ada uang pembinaan.
“Yang membuat kami lebih prihatin, peserta turut dalam turnamen ini tetap diharuskan membeli tiket untuk melihat pertandingan lainnya. Padahal kami keluar uang tidak sedikit, mulai dari beli jersey, buat makan minum serta vitamin, kemudian uang pendaftaran dan yang jelas pihak sekolah tidak membantu sepeserpun,” terangnya.
Tentunya pernyataan Andy Junadi selaku Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Kediri dihadapan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan undangan lainnya, saat pembukaan turnamen ini patut dipertanyakan. Jiang demikian sapaan akrabnya mengaku bisa mandiri mencetak atlet berprestasi dan untuk itu Perbasi memang sengaja selama ini tidak mengajukan bantunan ke Pemerintah Kota dalam bentuk Dana Hibah KONI.
Meski Kota Kediri memiliki banyak atlet berbakat namun fakta saat Porprov Jatim baru digelar di Malang, nyatanya tidak mampu berkutik menghadapi lawan dari daerah lainnya. Saat dikonfirmasi terkait aduan dari sejumlah orang tua pesert, dia mengaku bahwa kegiatan ini sepenuhnya diserahkan kepada panitia.
“Mohon maaf sebelumnya, ini ada panitianya, semua juga di luar wewenang saya. Nantinya setelah even kami evaluas. Tapi di sini sudah ada panitia yang mebuat rule dengan kesepakatan peserta disampaikan pada waktu Technical Meeting (diwakili pelatih ataupun official tim),” jelasnya.
Penjelasan Ketua Panitia

Pihak penyelenggara tunarmen basket, melalui Edwin Jatmika selaku ketua panitia membenarkan bahwa selama gelaran turnamen basket ini, bagi pemenang hanya mendapatkan sertifikat dan piala tanpa ada uang pembinaan. Kemudian terkait jadwal pertandingan dan peserta harus membeli tiket, dia mengaku telah disampaikan dan disepakati saat tehnical meeting.
“Semua sudah kami sampaikan saat tehnical meeting dan semua perwakilan tim menyatakan sepakat. Kami butuh biaya besar makanya biaya pendaftarannya kami naikkan,” jelasnya.
Padahal fakta di lapangan, banyak sejumlah sponsor yang mendukung kegiatan ini termasuk dukungan tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Kediri. Atas aduan ini, Ketua KONI Eko Agus Koko langsung menggelar koordinasi dengan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) HM. Bambang Priyambodo di ruang kerjanya, kemarin.
Baik Ketua KONI maupun Kadisbudparpora sangat menyayangkan atas peristiwa ini dan diduga telah berjalan seiring digelarnya turnamen ini. “Kami juga telah menindaklanjuti, nanti Perbasi beserta panitianya akan kami minta pertanggungjawaban. Ini jelas membebani orang tua peserta, apalgi jika tujuannya mengharumkan nama Kota Kediri,” jelas Eko Agus Koko.
Sementara Kadisbudparora berharap pihak Perbasi ataupun panitia penyelenggara untuk transparan dan siap mempertanggungjawabkan atas digelarnya acara ini apalagi dengan memakai nama Piala Wali Kota Kediri.
“Baiknya jangan disebutkan event ini hanya ajang bisnis, diharapkan untuk tetap ajang jalur prestasi. Namun jujur saya kasihan dengan orang tua peserta. Kami akan sampaikan kepada Mbak Wali untuk meminta petunjuk dari beliau. Apalagi 2029 rencana Kota Kediri akan jadi tuan rumah Porprov,” tegasnya.









