KEDIRI — Pos Kamling RT 05/RW 02 Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Siskamling Jogo Jawa Timur 2026. Prestasi tersebut menjadi gambaran bagaimana keamanan lingkungan dapat tumbuh dari partisipasi warga dan dijalankan secara konsisten.
Capaian itu bukan hasil persiapan mendadak menjelang perlombaan. Aktivitas siskamling di Ngronggo telah berjalan dan didukung administrasi yang tertata sejak 2018. Warga juga mengembangkan sejumlah inovasi, termasuk jimpitan dan arisan, untuk menopang kegiatan keamanan lingkungan.
Kasatpol PP Kota Kediri Paulus Luhur Budi mengatakan, kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan mulai berkembang di sejumlah wilayah. Pos Kamling Ngronggo kemudian dipilih menjadi wakil Kota Kediri karena dinilai memiliki kegiatan yang konsisten serta melibatkan masyarakat.
“Karena ada inovasinya dan terkesan bukan disulap karena ada lomba. Administrasi terisi semua sejak 2018,” kata Paulus saat dikonfirmasi di Mako Satpol PP, Rabu (7/10).
Menurut Paulus, konsistensi pengelolaan pos kamling terlihat dari kelengkapan administrasi, seperti buku jaga dan buku tamu. Sarana pendukung, termasuk kentongan, juga tersedia. Aspek digitalisasi turut menjadi bagian dari penilaian.
Bagi Pemerintah Kota Kediri, keberadaan pos kamling tidak sekadar menjadi fasilitas pelengkap di lingkungan warga. Pos tersebut dinilai memiliki fungsi strategis dalam membangun sistem keamanan berbasis masyarakat.
Peran warga bahkan terlihat ketika terjadi kerusuhan di Kediri. Sejumlah pos kamling yang masih aktif turut membantu mengamankan kantor-kantor pemerintahan.
Paulus menilai keterlibatan masyarakat dapat menjadi kekuatan penting dalam mencegah gangguan keamanan.
“Sistem keamanan rakyat itu malah tambah manjur dibandingkan dengan aparat sendiri. Kalau masyarakat jaga dirinya sendiri, malingnya atau penjahatnya atau orang yang bikin rusuh itu tambah takut,” ujarnya.
Upaya menghidupkan kembali partisipasi masyarakat juga dilakukan melalui pembinaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di tingkat kelurahan. Melalui Program Merata, Satlinmas mendapat dukungan dan peningkatan kapasitas agar mampu berkolaborasi dengan pengurus RT dalam mengaktifkan pos kamling.
Selain mengandalkan partisipasi warga, Kota Kediri juga mulai mengembangkan sistem keamanan berbasis teknologi. Salah satunya melalui Jogo Digital, yakni pemantauan keamanan menggunakan CCTV yang terhubung dengan pemerintah.
Ke depan, pengembangan sistem tersebut diharapkan dapat diperluas ke Kecamatan Pesantren dan Mojoroto. Masyarakat didorong memasang CCTV secara mandiri, kemudian koneksinya dapat dikoordinasikan melalui kelurahan.
Prestasi Pos Kamling Ngronggo juga menjadi momentum bagi Kota Kediri untuk memperluas pembinaan siskamling. Paulus berharap penyelenggaraan PIN Siskamling Jogo Jawa Timur berikutnya diawali dengan seleksi berjenjang di tingkat kota.
Dengan jumlah RT yang mencapai ribuan, seleksi tersebut dinilai dapat menjadi cara untuk menemukan pos kamling potensial sekaligus menghidupkan kembali pos-pos yang aktivitasnya belum optimal.
“Harapannya ada lomba berjenjang di tingkat kota. Sehingga membangunkan pos kamling-pos kamling yang tidur untuk bergairah lagi,” kata Paulus.
Menurut dia, seleksi berjenjang juga dapat membuka ruang bagi setiap wilayah untuk menampilkan potensi dan kearifan lokalnya. Dengan demikian, inovasi siskamling tidak sekadar dibuat untuk memenuhi kebutuhan perlombaan, tetapi lahir dari persoalan dan kebutuhan keamanan masyarakat sehari-hari.
Dalam PIN Siskamling Jogo Jawa Timur 2026, Pos Kamling Ngronggo menjadi wakil Kota Kediri. Penilaian meliputi tes daring, administrasi, paparan kondisi riil, sarana dan prasarana, personel, keterlibatan masyarakat, legalitas, hingga komitmen pemerintah daerah dalam pembinaan dan peningkatan kapasitas.
Penilaian lapangan oleh tim provinsi dilakukan pada Senin (5/10) di Posko Satlinmas NSAC/Lapangan Ngronggo.
Raihan juara 2 tersebut menjadi modal bagi Kota Kediri untuk memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat. Pemerintah Kota Kediri juga berharap pembinaan dan inovasi yang bersumber dari kearifan lokal terus berkembang agar pada penyelenggaraan berikutnya mampu membawa pulang gelar juara pertama.
Jurnalis: Anisa Fadila



