KEDIRI – Diberitakan sebelumnya dua laki-laki terlibat duel karena berebut janda akibat Modin Bujel terluka parah. Dengan didampingi Ketua LPMK Bujel Agus Widodo dan Ketua RW Slamet Suwarso, pada Jumat (15/07) menemui Erik Wicaksono di rumahnya beralamat di Kelurahan Bujel Gg II Mojoroto Kota Kediri. Dengan didampingi keluarganya, sosok tenaga pengajar ini menjelaskan secara detail kronologis kejadian pada Selasa malam.
“Saat itu saya bersama calon istri datang ke studio foto untuk persiapan pernikahan kami digelar September. kemudian kami didatangi Pak Rony (Zamrony, Modin Bujel, red) dan dia memanggil saya untuk keluar dari studio. Tiba-tiba dia menggeluarkan kata-kata kotor, kemudian dia memukul saya namun berhasil saya hindari,” ucap Erik Wicaksono.
Bahwa kejadian sebenarnya bukan rebutan, namun antara Erik dengan Bibit merupakan janda telah beranak satu warga Mojo, telah sepakat melangsungkan pernikahan. “Lamaran juga telah diterima dan disepakati tanggal pernikahan,” ungkap kedua orang tua Erik. Bahkan sebelumnya, Erik mengaku pernah didatangi Modin ke tempat dia mengajar. kemudian Modin ini juga mendatangi dan menemui calon mertuanya tinggal di Mojo. Erik awalnya berusaha bersabar, namun justru Modin Zamroni dianggapnya telah menjatuhkan nama baik dikrinya dan keluarga.
“Dia yang serang saya duluan dengan memukul, kemudian saya balas dengan tendangan. Tendang pertama mengenai perut, membuat dia terjatuh kemudian berdiri lagi. Hendak menyerang lagi, kemudian saya tendang mengarah ke kaki. Saya tidak ada tujuan melukainya, semua ini demi membela diri. Tujuan saya melumpuhkan tidak memberikan perlawanan, meski dia telah menggeluarkan kata-kata kotor menghina kami dan keluarga,” ucapnya
Atas kejadian ini dijelaskan Agus Widodo, tiba sesaat usai kejadian kemudian mencarikan bantuan ambulance untuk dilarikan ke RSM Ahmad Dahlan. “Saya tanya Modin, katanya kaki kanan tidak bisa digerakkan. Kemudian saya carikan ambulan untuk segera mendapatkan perawatan medis. Karena luka cukup parah, Pak Modin dirujuk ke RS Gambiran,” ungkap Ketua LPMK yang juga Ketua Satgas PPA Kelurahan Bujel.
Mediasi sebenarnya juga telah disepakati untuk menyelesaikan permasalahan. Surat undangan pun dibuat pihak Kelurahan Bujel untuk menghadirkan para pihak. “Kami telah membuat surat undangan untuk digelar mediasi pada Rabu malam. Namun yang hadir hanya satu pihak, kemudian saya dapat kabar jika dari pihak Pak Modin dikuasakan lewat pengacara. Namun juga tidak hadir dalam pertemuan yang kami harapkan bisa selesaikan masalah,” ucap Mujiyo Lurah Bujel.
Pernyataan tambahan disampaikan tokoh LSM, Roy Kurnia Irawan, Ketua DPD Pekat IB Kediri saat dikonfirmasi Sabtu (16/07). Bahwa saat kejadian tersebut, Joko Supriyanto juga merupakan pengurus yang melakukan evakuasi Modin ke rumah sakit.
“Saya juga mendapatkan telepon dari seseorang mengaku bernama Modin Zamroni, menyatakan bahwa tidak benar terjadi duel apalagi hingga berebut janda. Pengakuan Modin, dia malah diserang duluan hingga mengakibatkan kaki kanannya patah dan kini menjalani perawatan di RS Gambiran,” jelas Roy Kurnia Irawan.