KEDIRI – Pernah diberitakan sebelumnya pernyataan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat berpapasan dengan jurnalis kediritangguh. Saat keluar dari Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), pada Kamis tanggal 4 Nopember lalu, terbukti.
Dalam mutasi digelar secara virtual di Pendopo Panjalu Jayati, pada Selasa (21/12). Pejabat geden dimaksud Sukadi merupakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menduduki jabatan baru sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Kemudian Sampurno selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) menduduki jabatan Staf Ahli Bupati.
Eko Setiyono memang selama ini memiliki track record apik, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) diangkat menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah. Selanjutnya jabatan Kepala Bappeda, Kepala Barenlitbang dan Kepala DPMPD dibiarkan kosong menungu hasil assement digelar pemerintah kabupaten.
Begitu juga Camat Mojo Sukemi sempat mendapatkan protes dari sejumlah kepala desa. Karena disinyalir mengganjal ujian pengisian jabatan lowong perangkat desa di wilayah Kecamatan Mojo. Akhirnya bertukar tempat dengan Sujiwo, sebelumnya menjabat sebagai Plt. Camat Semen. Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi disampaikan Mas Dhito, sapaan akrab Bupati.
Namun kabar beredar ini dikarenakan kegaduhan atas pengisian perangkat desa serta keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain juga ada sejumlah pejabat diduga terlibat kasus korupsi dan kini kasusnya tengah ditangani Aparat Penegak Hukum (APH).