Pasar Ngadiluwih Kediri Segera Beroperasi 24 Jam, 372 Pedagang Disiapkan Pindah pada November

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ditargetkan mulai beroperasi selama 24 jam pada awal Desember 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri kini mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus mematangkan persiapan relokasi pedagang dan kelengkapan fasilitas pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, meninjau langsung perkembangan pembangunan Pasar Ngadiluwih pada Senin malam (12/10/2026). Peninjauan tersebut difokuskan pada kesiapan infrastruktur, termasuk sistem penerangan yang menjadi kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas perdagangan sepanjang hari.

Hingga pekan ke-12, pembangunan fisik tahap II atau pekerjaan lanjutan tercatat mencapai 54 persen berdasarkan material yang telah terpasang di lokasi (material on site/MOS).

Di tengah proses pembangunan, Pemkab Kediri juga mulai menyiapkan pemindahan pedagang ke lokasi pasar. Sebanyak 372 pedagang telah terverifikasi dan dijadwalkan mengikuti sosialisasi mengenai penempatan lapak serta mekanisme relokasi.

Tutik berharap proses pemindahan pedagang dapat dimulai pada November 2026 sehingga seluruh aktivitas perdagangan bisa berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Harapannya, November nanti semua pedagang sudah mulai proses pindah dan awal Desember semuanya sudah bisa beroperasi,” ujar Tutik.

Penataan Pedagang hingga Area Kuliner Disiapkan

Tak hanya mengejar penyelesaian pembangunan, pemerintah daerah juga menyiapkan penataan zonasi pedagang agar aktivitas jual beli berlangsung lebih tertib dan terorganisasi.

Pasar Ngadiluwih dirancang untuk menampung beragam aktivitas perdagangan, mulai dari pedagang sayur yang beroperasi sejak dini hari hingga pedagang kios dan pelaku usaha kuliner. Pengaturan zona ini diharapkan dapat memudahkan aktivitas pedagang sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Daya tarik lainnya adalah rencana penyediaan area kuliner atau food court di sisi barat pasar. Area tersebut direncanakan dapat menampung sekitar 11 pelaku usaha, termasuk pedagang yang menawarkan kuliner khas daerah.

Keberadaan kawasan kuliner ini diharapkan menjadi salah satu penunjang aktivitas pasar sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Penerangan dan Keamanan Jadi Perhatian

Seiring dengan rencana operasional selama 24 jam, Pemkab Kediri juga menyempurnakan sejumlah fasilitas pendukung. Pekerjaan tersebut meliputi penyelesaian pagar, pemasangan penerangan, serta penataan kawasan pasar.

Dari sisi keamanan, sebanyak 22 titik kamera pengawas atau CCTV telah terpasang. Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu memantau aktivitas di lingkungan pasar.

Evaluasi pada malam hari juga dilakukan untuk memastikan penerangan berfungsi dengan baik. Langkah ini penting mengingat aktivitas perdagangan nantinya tidak hanya berlangsung pada pagi dan siang hari, tetapi juga pada malam hingga dini hari.

“Evaluasi dilakukan pada malam hari untuk memastikan lampu berfungsi dengan baik sehingga aktivitas perdagangan nantinya dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” ungkap Tutik.

Dengan pembangunan yang terus berjalan dan persiapan relokasi pedagang yang mulai dimatangkan, Pemkab Kediri berharap Pasar Ngadiluwih dapat menjadi pusat perdagangan yang lebih tertata serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Sesuai rencana, pemindahan pedagang akan dimulai pada November 2026. Selanjutnya, Pasar Ngadiluwih ditargetkan beroperasi secara menyeluruh selama 24 jam pada awal Desember 2026.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan