HUT ke-81 TNI, Dandim Kediri Tegaskan Prajurit Harus Selalu Dekat dengan Rakyat

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI — Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kediri tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum yang digelar di Lapangan Yonif 521 Kediri, Senin (5/10), itu menjadi penegasan kembali komitmen TNI untuk terus hadir bersama masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan Polri dan pemerintah daerah.

Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara tersebut dihadiri jajaran pimpinan daerah Kota dan Kabupaten Kediri dari unsur pemerintah, TNI, Polri, dan DPRD.

Kehadiran lintas lembaga itu menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah.

Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan penghargaan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurut Panglima TNI, tingginya kepercayaan masyarakat merupakan buah dari pengabdian prajurit. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi kehormatan dan amanah yang harus terus dijaga.

Penguatan organisasi TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan modernisasi alat pertahanan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi, kesiapsiagaan, dan profesionalisme.

Hal itu dinilai semakin penting di tengah perubahan lingkungan strategis, dinamika geopolitik global, potensi ancaman terhadap keutuhan wilayah, serta tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara.

Pada HUT ke-81 ini, TNI juga diminta semakin memperkuat tekad untuk menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, dan melindungi kekayaan Nusantara.

Untuk mewujudkannya, Panglima TNI menekankan lima budaya pengabdian prajurit, yakni profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.

Kelima nilai tersebut diwujudkan melalui penguasaan tugas, kesiapan menghadapi berbagai ancaman, penguatan sinergi dengan seluruh komponen bangsa, penguasaan alutsista dan teknologi, serta kemampuan berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

“Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten sehingga PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak saat ini dan di masa yang akan datang,” demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Letkol Inf. Dhavid.

TNI: Apa yang Dibutuhkan Rakyat, di Situ Hadir

Pesan Panglima TNI tersebut kemudian menjadi pijakan bagi jajaran TNI di daerah untuk menerjemahkan semangat pengabdian dalam tugas sehari-hari.

Letkol Inf. Dhavid mengatakan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk menjaga kepercayaan yang diberikan negara dan masyarakat. Salah satunya dengan memastikan TNI tetap hadir dan dekat dengan rakyat.

Ia menilai pengabdian tidak bisa dilepaskan dari kekompakan dengan masyarakat, pemerintah daerah, serta unsur keamanan lainnya.

Berbagai program kemanunggalan TNI dengan rakyat pun terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran negara di tingkat wilayah.

“TNI hadir bersama rakyat. Apa pun yang rakyat butuhkan, di situlah kita hadir,” kata Dhavid.

Sejumlah program TNI AD yang dijalankan antara lain TNI Manunggal Air melalui pembangunan sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu), pompa hidram, penghijauan, hingga pembangunan jembatan.

Masyarakat di wilayah Kediri Raya juga dipersilakan menyampaikan keluhan maupun kebutuhan kepada TNI dan pemerintah daerah untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan yang tersedia.

TNI-Polri Perkuat Kolaborasi

Semangat pengabdian kepada masyarakat juga berjalan beriringan dengan sinergi TNI dan Polri dalam menjaga keamanan wilayah.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengatakan komunikasi dan koordinasi antara TNI dan Polri di Kota Kediri selama ini berjalan baik, baik di tingkat pimpinan maupun dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami selalu bersinergi dan berkomunikasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari, selalu berkolaborasi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya.

Kerja sama tersebut juga mencakup pengamanan. Sesuai ketentuan, TNI dapat memberikan bantuan kepada Polri berdasarkan permintaan.

Dengan demikian, keterlibatan kedua institusi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi di lapangan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pemkot Kediri Soroti Ancaman Siber

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kota Kediri, dan masyarakat.

Menurutnya, kerja sama tersebut telah diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari pembangunan jembatan hingga kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada warga.

Vinanda menilai tantangan yang dihadapi TNI saat ini semakin kompleks. Menjaga negara tidak lagi hanya berkaitan dengan kekuatan di darat, laut, dan udara, tetapi juga menyentuh ruang digital.

Ancaman siber, disinformasi, perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga bencana menjadi tantangan yang membutuhkan kesiapsiagaan dan respons cepat.

Karena itu, ia berharap TNI terus berkembang menjadi institusi yang cerdas, modern, profesional, dan adaptif tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat.

“Di Kota Kediri, alhamdulillah kami merasakan kebersamaan itu terus dirawat. Kita bertemu di banyak ruang pengabdian, bersama-sama menjaga kondisi,” kata Vinanda.

Menurutnya, kebersamaan tersebut terlihat dari kehadiran berbagai unsur ketika masyarakat membutuhkan bantuan, termasuk dalam situasi darurat dan kegiatan pembangunan.

Ia berharap kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga.

Ditutup Tasyakuran dan Pembagian Sembako

Rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Kediri ditutup dengan kegiatan tasyakuran, pembagian 100 paket sembako kepada masyarakat, serta pemotongan tumpeng.

Kegiatan tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus ruang untuk mempererat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 TNI di Kediri pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang usia pengabdian, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran TNI terus dirasakan masyarakat.

Semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” diharapkan diwujudkan melalui pengabdian nyata, sinergi lintas lembaga, serta kemampuan TNI menjawab tantangan yang terus berkembang.

Jurnalis: Anisa Fadila