KEDIRI — Sebanyak 215 warga Kota Kediri menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp516 juta. Bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia).
Sebagai bentuk komitmen memastikan bantuan tepat sasaran, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah proaktif dengan mengantarkan langsung bantuan ke rumah penerima yang belum sempat mengambilnya. Penyaluran secara simbolis dilakukan pada Senin (2/3) di tiga lokasi, yakni di wilayah Ngadirejo, Setono Pande, dan Pakunden.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menjelaskan bahwa program ATENSI merupakan kebijakan dari Kementerian Sosial yang ditujukan bagi kelompok masyarakat rentan.
“Program ATENSI ini menyasar penyandang disabilitas, lansia, kelompok rentan, anak-anak, serta OD-HIV,” ujar Vinanda.
Dari total anggaran Rp516 juta, sebanyak 215 warga Kota Kediri dinyatakan memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat. Sebelumnya, sebagian bantuan telah disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Kediri. Namun, terdapat sejumlah penerima yang belum bisa mengambil bantuan karena berbagai kendala.
“Kami tidak ingin bantuan ini tertunda. Karena itu, pemerintah mengantarkan langsung ke rumah masing-masing agar tetap tersalurkan,” tambahnya.
Bantuan yang diberikan diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berada pada kategori desil 1 hingga 5 dalam data kesejahteraan sosial. Paket bantuan meliputi kasur, bantal, peralatan mandi, beras, minyak goreng, serta kebutuhan pokok lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Mutakkin, menjelaskan bahwa ratusan penerima tersebut merupakan hasil verifikasi langsung dari Kementerian Sosial. Pada tahap awal, Pemerintah Kota Kediri mengusulkan lebih dari seribu calon penerima. Namun, setelah melalui proses seleksi dan penyesuaian kriteria, hanya 215 orang yang dinyatakan memenuhi syarat.
“Jenis bantuannya secara umum hampir sama, seperti kasur, perlengkapan mandi, dan kebutuhan pokok. Namun ada penyesuaian item sesuai kebutuhan penerima, misalnya mukena untuk perempuan dan sarung untuk laki-laki,” jelas Imam.
Ia menambahkan, program ATENSI telah berjalan sejak 2024 dan bersifat rutin setiap tahun, meski tidak disalurkan setiap bulan. Pihaknya juga menerima informasi adanya kemungkinan penyaluran gelombang kedua, namun jumlah penerima dan besaran anggaran masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Sosial.
Di sisi lain, bantuan tersebut membawa kebahagiaan bagi para penerima. Salah satunya Sukinah (92), warga Pakunden. Melalui putrinya, Suparwi, ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.
Paket bantuan yang diterima antara lain kasur, kipas angin, beras, minyak goreng, pakaian seperti daster dan handuk, sajadah, sarung bantal, hingga perlengkapan mandi seperti pasta gigi, sabun, sampo, dan madu.
“Alhamdulillah, matur nuwun. Sudah lama tidak dapat bantuan seperti ini,” ungkap Suparwi mewakili ibunya.
Ia menuturkan, meski sang ibu dalam kondisi sehat, namun di usia 92 tahun sudah tidak lagi mampu berjalan. Bantuan ATENSI dinilai sangat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menunjang kenyamanan sehari-hari.
Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sehingga upaya perlindungan sosial bagi kelompok rentan di Kota Kediri semakin optimal.



