foto : Anisa Fadila

Sensasi Tarik Ikan hingga Kuliner Segar, Kaum Perempuan di Kediri Kini Ramaikan Kolam Pancing

Bagikan Berita :

KEDIRI — Tren baru mulai tampak di sejumlah kolam pemancingan di Kota Kediri. Aktivitas memancing yang selama ini identik dengan kaum pria, kini semakin diminati perempuan, termasuk para ibu dan remaja putri. Fenomena tersebut terlihat jelas di Kolam Pemancingan Muzukha, yang berlokasi di Kelurahan Ngronggo.

Pada akhir pekan, suasana di tepi kolam tampak lebih berwarna. Minggu (18/1), perempuan terlihat duduk berdampingan dengan anggota keluarga sambil memegang stik pancing. Sebagian meracik umpan, sementara lainnya dengan antusias mencoba menarik ikan. Kehadiran mereka memberi nuansa baru di kolam yang telah lama dikenal sebagai salah satu lokasi pemancingan legendaris di Kota Kediri.

Bangkitnya kembali aktivitas memancing di Muzukha tak lepas dari dorongan pelanggan lama. Setelah sempat vakum selama masa pandemi, kolam ini kembali difungsikan bukan hanya sebagai rumah makan, tetapi juga ruang nostalgia bagi warga yang pernah memancing di tempat tersebut.

“Kami buka kembali awal 2024 sebelum Ramadan, setelah sempat berhenti pasca-Covid. Awalnya hanya rumah makan, tapi banyak pengunjung yang ingin bernostalgia memancing, sehingga kolam kami aktifkan kembali,” ujar Dody, pengelola sekaligus putra pemilik Muzukha, Drs. Muji Slamet, S.Pd., M.M.

Menurut Dody, daya tarik memancing tidak semata terletak pada jumlah ikan yang didapat. Sensasi saat umpan disambar serta suasana santai di pinggir kolam justru menjadi pengalaman yang dicari. Tak jarang, perempuan yang awalnya hanya menemani keluarga akhirnya ikut mencoba memancing.

Seiring meningkatnya minat pemancing pemula, pengelola pun menyediakan layanan pendampingan langsung di area kolam. Bantuan diberikan mulai dari merakit alat pancing, memasang umpan, hingga membantu melepas ikan dari kail, khususnya bagi pemancing perempuan yang baru pertama kali mencoba.

“Sekarang pemancing perempuan cukup banyak. Biasanya kami bantu agar mereka merasa lebih nyaman dan tidak sungkan,” jelasnya.

Salah satu pengunjung, Rini, mengaku awalnya hanya menemani sang suami. Namun setelah mencoba beberapa kali, ia justru menikmati sensasi menarik ikan. Kini, memancing menjadi agenda rutin keluarganya setiap akhir pekan.

“Kalau libur sering ke sini. Tempatnya nyaman dan cocok untuk keluarga. Jadi memang niat liburan sambil mancing,” tuturnya.

Pengalaman serupa dirasakan Iren, warga Kaliombo, yang datang bersama anaknya untuk pertama kali. Ia menilai konsep memancing sekaligus bisa langsung menikmati hasil tangkapan menjadi nilai tambah tersendiri.

“Kalau dapat ikan bisa langsung ditimbang dan dimasak. Harganya masih wajar, tempatnya nyaman, ikannya segar dan rasanya enak,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan perubahan fungsi kolam pemancingan yang kini semakin inklusif. Muzukha tidak lagi sekadar menjadi ruang hobi kaum pria, tetapi berkembang menjadi destinasi rekreasi keluarga dengan pengalaman yang berbeda.

Kolam Pemancingan Muzukha menerapkan sistem tanpa tiket masuk. Pengunjung hanya membayar ikan yang berhasil didapat dan tidak diperkenankan melepasnya kembali ke kolam demi menjaga kualitas ikan. Pengelola juga menyediakan perlengkapan memancing, umpan, serta geronjong secara gratis.

Area pemancingan dibagi menjadi beberapa spot, mulai dari kolam patin dan gurame berukuran besar, kolam nila ukuran besar, hingga kolam nila kecil yang ramah bagi anak-anak. Selain untuk pemancing umum, lokasi ini juga dapat disewa untuk lomba memancing dan dilengkapi ruang indoor untuk rapat maupun kegiatan instansi.

Ikan hasil pancingan dapat langsung dimasak di tempat atau dibawa pulang. Menu andalan rumah makan Muzukha adalah patin bakar khas keluarga yang dikenal gurih dan tidak berbau tanah. Harga ikan dipatok Rp55.000 per kilogram untuk gurame mentah dan Rp75.000 per kilogram jika dimasak. Patin dibanderol Rp45.000 per kilogram mentah dan Rp65.000 per kilogram matang, sementara nila dihargai Rp45.000 per kilogram mentah dan Rp65.000 per kilogram setelah dimasak.

Dengan konsep memancing sekaligus kuliner, Kolam Pemancingan Muzukha menawarkan pengalaman rekreasi keluarga yang lengkap, santai, dan kian diminati masyarakat Kediri.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :