foto : Anisa Fadila

Malam Mingguan di Jalan Stasiun Kediri, Lebih Rapi namun Parkir Masih Jadi PR

Bagikan Berita :

KEDIRI — Wajah Jalan Stasiun Kediri kini tampil lebih rapi dan modern usai renovasi serta penerapan sistem arus lalu lintas satu arah. Penataan tersebut membawa perubahan nyata terhadap kelancaran kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Ruas jalan tampak lebih tertib dengan marka lalu lintas yang jelas. Trotoar diperlebar dan ditata ulang menggunakan paving yang rata, ramah bagi penyandang disabilitas, serta dipercantik dengan lampu penerangan dan pot tanaman. Penataan ini menghadirkan suasana kawasan yang lebih bersih, lapang, dan nyaman, khususnya di sekitar area stasiun.

Pemberlakuan arus satu arah turut membuat pergerakan kendaraan lebih teratur. Kepadatan yang sebelumnya kerap terjadi kini berkurang, karena arus lalu lintas mengalir searah tanpa persilangan. Pengendara roda dua maupun roda empat terlihat mengikuti rambu dan petunjuk arah yang telah dipasang di sejumlah titik.

Aktivitas ekonomi di sepanjang jalan tetap berlangsung. Pedagang, pengemudi ojek daring, serta penumpang stasiun dapat beraktivitas tanpa harus berebut ruang dengan kendaraan. Kondisi ini menciptakan rasa aman, terutama bagi pejalan kaki yang kini memiliki jalur khusus.

Pada malam hari, pencahayaan yang lebih baik semakin menegaskan kesan tertib dan aman. Aparat kepolisian bersama petugas perhubungan juga tampak rutin melakukan pemantauan guna memastikan penerapan arus satu arah berjalan efektif.

Pantauan pada Sabtu malam (10/1) menunjukkan kawasan Jalan Stasiun mulai menjadi magnet warga. Pejalan kaki terlihat menyusuri trotoar, duduk berkelompok, dan berbincang di sejumlah titik. Menjelang tengah malam, kawasan ini justru semakin ramai oleh warga yang menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga maupun kerabat.

Kondisi tersebut sejalan dengan kebijakan penataan lalu lintas yang mulai diberlakukan sejak awal pekan. Selain sistem satu arah, larangan parkir juga diterapkan di sepanjang ruas jalan. Kebijakan ini berdampak pada pola pergerakan kendaraan sekaligus dinamika aktivitas warga.

Pada Sabtu malam itu, tingkat keramaian terpantau dalam kategori ramai sedang. Warga berjalan santai, berhenti sejenak untuk berbincang, sementara arus kendaraan melaju satu arah secara berurutan tanpa pertemuan arus berlawanan.

“Sekarang kelihatan lebih bagus, mirip suasananya seperti Malioboro. Jalannya juga terasa lebih luas. Malam ini memang sengaja ke sini untuk menghabiskan malam minggu,” ujar Ida, warga Desa Kandat, Kabupaten Kediri, yang datang bersama keluarganya.

Meski demikian, penerapan larangan parkir belum sepenuhnya dipatuhi. Masih terlihat sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir di tepi jalan. Hal ini menunjukkan adanya proses penyesuaian antara kebutuhan parkir warga dan upaya penataan kawasan.

Saat ini, Jalan Stasiun Kediri masih berada dalam masa transisi. Sistem satu arah mulai membentuk pola lalu lintas baru, sementara tingkat kepatuhan terhadap aturan parkir masih terus dibenahi. Aktivitas pada Sabtu malam tersebut merekam dinamika adaptasi kebijakan di salah satu kawasan vital Kota Kediri.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :