KEDIRI – Kecintaan Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana pada Persik Kediri sudah menjadi kisah yang tak terbantahkan. Sejak duduk di bangku sekolah, selain mengidolakan Arsenal, hatinya selalu terpaut pada Macan Putih. Dalam setiap kesempatan, ia percaya bahwa anak-anak muda Kediri menyimpan bakat luar biasa yang bisa ditempa menjadi pemain profesional. Bagi Dhito, Persikmania adalah pemain ke-13 yang tak pernah padam memberi dukungan dan doa sepanjang musim.
“Aku rindu Persik,” katanya penuh semangat saat melangkah masuk ke stadion kebanggaan, kemarin.
Bukannya memilih duduk nyaman di kursi VVIP yang ditawarkan Ketua Panpel Widodo Hunter, Mas Dhito justru larut bersama ribuan Persikmania. Tanpa pengawalan ketat, ia terlihat bahagia bercampur di lautan ungu, menyatu dalam riuh sorak dukungan.
Bukan Sekedar Penonton

Di sela laga, ia seperti biasanya memanggil beberapa pedagang asongan. Makanan yang dibeli lalu ia bagikan pada suporter lain, dinikmati bersama dalam suasana penuh persaudaraan. Tak satu pun ajakan foto ia tolak, setiap jabat tangan dari suporter ia sambut dengan senyum tulus.
Memasuki babak kedua, langkahnya berpindah dari tribun selatan ke tribun utara.
“Ingin selalu membersamai,” ucapnya, seakan menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar penonton, melainkan bagian dari keluarga besar Persik.
Para kepala dinas hingga kepala desa membenarkan, sosok pemimpin muda ini benar-benar punya cinta yang dalam pada Persik. Dalam setiap acara, jersey kebanggaan Persikmania nyaris tak pernah lepas dari tubuhnya. Sebuah bukti nyata, bahwa kecintaannya pada Macan Putih bukan sekadar kata, melainkan jiwa yang hidup dalam setiap detak langkahnya. (*)
Bagikan Berita :








