KEDIRI – Derap langkah ribuan siswa SD dan MI bergema bak simfoni kedisiplinan di jalanan Kota Kediri, Senin (26/8). Sejak pagi, 263 pleton dengan barisan rapi melangkah penuh semangat, menempuh rute 1,9 kilometer dari Memorial Park hingga finis di depan Balai Kota Kediri.
Sebanyak 132 pleton putri dan 129 pleton putra tampil dengan kekompakan yang mengundang decak kagum. Sepanjang perjalanan, tepuk tangan meriah dan sorakan warga yang memadati tepi jalan seakan menambah energi para peserta. Suasana pun menjelma jadi pesta rakyat penuh warna.
Tak sekadar melangkah serentak, tiap peserta juga diuji semangat, disiplin, kerapian, hingga kelengkapan atribut. Langkah mantap, aba-aba tegas, dan formasi yang kompak menjadi penentu utama di mata juri.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, hadir langsung memberikan apresiasi. Menurutnya, lomba baris-berbaris bukan sekadar ajang perebutan juara, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda.
“Hari ini kita menyaksikan anak-anak tampil dengan semangat luar biasa. Lomba ini bukan soal menang atau kalah, melainkan menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, solidaritas, hingga jiwa kepahlawanan yang diwariskan para pejuang,” ungkapnya.
Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Moh. Anang Kurniawan, menyebut lomba kali ini terasa lebih istimewa. Untuk pertama kalinya, baris-berbaris tingkat SD/MI digelar serentak se-Kota Kediri.
“Dulu lomba hanya di tingkat kecamatan. Tahun ini lebih terasa gaungnya. Bahkan memberi dampak positif bagi perekonomian warga, karena UMKM sekitar juga ikut laris,” jelasnya.
Di garis finis, rasa lelah peserta tersapu bangga. Senyum sumringah tampak di wajah mereka—terutama karena bisa mengibarkan nama sekolah di momen bersejarah ini: perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi Kota Kediri ke-1146.
“Senang sekali. Capeknya hilang karena bangga bisa bawa nama sekolah,” ujar salah satu siswa dari SDN Ngronggo 6.
Sebagai penutup, panitia menyiapkan piala dan uang pembinaan bagi para pemenang. Juara dibagi dalam kategori 1, 2, 3, serta harapan 1, 2, 3, baik putra maupun putri.
Lomba baris-berbaris ini pun bukan hanya parade langkah tegap, tetapi juga bukti bahwa semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan nasionalisme tetap hidup dalam jiwa generasi muda Kediri.
jurnalis : Anisa Fadila