KEDIRI – Menjelang gelaran Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Kediri, atmosfer politik kian hangat, namun tetap teduh dalam nuansa kekeluargaan. Di tengah geliat persiapan, nama Sudjono Teguh Widjaja – yang akrab disapa Abah Jono – masih menjadi sosok sentral, menjulang dalam dukungan dan kepercayaan kader.
Kehadirannya bak pohon beringin yang teduh; kokoh memayungi barisan partai, dan hampir semua pemilik suara seolah sepakat: kepemimpinan Abah Jono layak berlanjut ke periode kedua. Meski begitu, mekanisme demokratis tetap dijalankan. Panitia Musda resmi terbentuk, dan DPD Partai Golkar Kota Kediri menggelar jumpa pers untuk menegaskan komitmen pada proses yang tertib dan transparan.
Ketua Steering Committee (SC) Musda, Arif Murfodi, menjelaskan bahwa pemilihan Ketua DPD menjadi agenda utama Musda. Ia menyebutkan dua syarat mutlak bagi calon ketua: telah aktif minimal lima tahun atau pernah masuk struktur kepengurusan Partai Golkar – baik di tingkat Kota Kediri, provinsi, atau kecamatan. Selain itu, sang calon harus mengantongi dukungan minimal 30% dari total suara Musda.
“Dengan delapan suara, maka dukungan minimal untuk maju sebagai calon adalah tiga suara,” ujar Arif menegaskan.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Musda, Imam Wihdan Zarkasyi, mengungkapkan bahwa semua tahapan telah dipersiapkan dengan matang. Musda ini, menurutnya, bukan sekadar ajang kontestasi, tapi momentum strategis untuk memperkuat soliditas kader dan organisasi.
“Kami siap menggelar Musda dalam waktu dekat. Kini hanya tinggal menunggu penetapan jadwal resmi dari DPD I Jawa Timur agar bisa sinkron dengan agenda Musda di daerah lain,” tuturnya dalam konferensi pers yang digelar Senin (18/08) di kantor DPD Golkar Kota Kediri.
Menutup sesi jumpa pers, Arif kembali menekankan pentingnya menjaga Musda sebagai forum demokratis yang terbuka. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan hadirnya wajah baru dalam kontestasi.
“Politik selalu membuka ruang bagi kejutan. Jika ada kader yang mendapat restu langsung dari DPP Pusat, maka mereka tetap bisa ikut bertarung meski belum memenuhi syarat administratif,” pungkasnya.
Panitia pun memastikan seluruh proses – dari pendaftaran calon hingga pemilihan ketua – akan dijalankan sesuai aturan organisasi. Terkait lokasi pelaksanaan, DPD I Jawa Timur masih akan menentukan apakah akan tetap digelar di kantor DPD Golkar Kota Kediri atau di tempat alternatif lainnya.
jurnalis : Anisa FadilaBagikan Berita :









