KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama formasi tahun 2024. Acara penyerahan SK yang digelar pada Jumat (23/05) berlangsung penuh haru dihadiri oleh ratusan penerima SK serta jajaran pimpinan daerah.
Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kediri Hj. Dewi Mariya Ulfa, didampingi Sekretaris Daerah H. Solihin dan Kepala Plt Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Noor Rokhayati serta perwakilan dari Bank Jatim cabang Pare.
Sebanyak 768 ASN baru menerima SK, terdiri dari 139 CPNS dan 629 PPPK. Dalam laporannya, Plt Kepala BKD Kabupaten Kediri menyampaikan. Bahwa CPNS terdiri dari 111 tenaga teknis dan 28 tenaga kesehatan, sementara PPPK mencakup 513 tenaga teknis, 21 tenaga kesehatan, dan 95 tenaga pendidik.
“Mereka semua akan mulai bertugas pada 2 Juni 2025, dengan CPNS akan menjalani orientasi selama 4 hari di Balai Pengembangan Kompetensi ASN, dilanjutkan magang di kecamatan selama 2 minggu,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, untuk PPPK, orientasi akan dilakukan setelah proses orientasi CPNS selesai. Terkait usia, terdapat beberapa PPPK yang mendekati masa pensiun, sesuai aturan seleksi yang memperbolehkan pendaftaran hingga satu tahun sebelum usia pensiun.
Wakil Bupati Kediri dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas semangat dan perjuangan para ASN baru.
“Saya sangat terharu melihat berbagai latar belakang bapak ibu semua. Ini adalah awal dari pengabdian panjang untuk Kabupaten Kediri dan Indonesia,” ucapnya.
Selain memberi selamat, Mbak Dewi sapaan akrab wakil bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan tetap rendah hati.
“ASN bukan hanya soal jabatan, tapi soal amanah. Jangan sampai amanah ini mengubah karakter dan hubungan dalam keluarga. Di rumah tetaplah menjadi suami atau istri yang menghormati pasangannya,” pesannya.
Ia juga menyinggung isu-isu sosial yang menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk angka pernikahan dini dan putus sekolah yang masih tinggi.
“Mari bersama kita jaga generasi muda kita. Pantau pergaulan mereka, beri pemahaman sejak dini agar mereka tidak terjerumus,” imbaunya.
Wakil Bupati Kediri juga menutup acara dengan pesan khusus: “Jadilah ASN yang bekerja dengan hati. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Tuhan akan balas semua kebaikan itu.”
Dikonfirmasi usai acara, Noor Rokhayati menegaskan bahwa proses penempatan sudah disiapkan, dan seluruh ASN baru akan langsung bertugas setelah orientasi.
“Kami juga pastikan SK diserahkan tepat waktu, walaupun untuk beberapa PPPK, fisik SK akan diberikan pada awal Juli,” ujarnya.
Salah satu penerima SK PPPK, Wiwin Dwiyani (44), mengungkapkan rasa syukurnya setelah 24 tahun mengabdi sebagai honorer di Dinas Pendidikan.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa diangkat juga. Tinggal tanda tangan perjanjian kerja saja, koordinasi dengan OPD masing-masing,” ujarnya haru.
Senada dengan itu, Hilmi, penerima PPPK usia 27 tahun dari Ngadiluwih yang bertugas di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, juga menyampaikan kegembiraannya meski belum menerima SK fisik.
“Alhamdulillah senang sekali. Harapannya ya minimal UMK Kediri,” ungkapnya.
Dengan bertambahnya ratusan ASN baru ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap bisa memperkuat pelayanan publik dan mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor, khususnya pendidikan, kesehatan, dan teknis infrastruktur.
Jurnalis : Riza Husna Silfiyya