Tim Disperindag saat sidak terkait LPG bersubsidi (Muhamad Dastian Yusuf)

LPG Bersubsidi di Kediri Tetap Aman, Pasca Pembatalan Kebijakan Larangan Bagi Pengecer

Bagikan Berita :

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan ketersediaan LPG bersubsidi 3 kg tetap aman pasca pembatalan kebijakan larangan pengecer yang sebelumnya diberlakukan pada 1 Februari 2024. Untuk itu, Dinas Perdagangan melakukan sidak ke agen, pangkalan dan pengecer elpiji, Selasa (04/02).

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyampaikan. Bahwa sidak ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kebijakan serta memastikan distribusi LPG berjalan lancar.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memantau distribusi LPG 3 kg. Kebijakan larangan pengecer bertujuan agar harga tetap sesuai HET, namun tetap harus dievaluasi apakah akses masyarakat terhadap LPG menjadi lebih sulit. Jika pangkalan terlalu jauh, maka pengecer bisa menjadi solusi agar elpiji tetap mudah dijangkau,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, memastikan bahwa distribusi LPG di Kabupaten Kediri tetap normal tanpa indikasi kelangkaan atau antrean panjang.

Perwakilan agen LPG PT Srijoyo Shakti berada di Desa Gogorante Kecamatan Ngasem, Yanuar Kriswiratmoko, menjelaskan. Bahwa pihak agen telah berupaya menyesuaikan distribusi dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

“Saat ini, pangkalan yang berpotensi bagus sedang didorong untuk meningkatkan kapasitasnya. Pertamina juga menginstruksikan agar penjualan melalui pengecer dikurangi secara bertahap, dengan batasan maksimal 10% dari total peredaran bulanan, sampai sekarang, di wilayah kami terdapat 20 pangkalan dan semua stok elpiji dalam kondisi yang aman,” ungkap Yanuar.

Sementara itu, Samsul Hadi, pemilik pangkalan elpiji di Desa Gempolan, Kecamatan Gurah. Mengaku baru mengetahui pembatalan kebijakan larangan pengecer saat menerima kunjungan tim Disperindag

“Sejak 1 Februari, pengecer dilarang menjual elpiji. Saya baru mendapat informasi dari Bu Tutik barusan bahwa ada kebijakan baru soal distribusi LPG 3 kg ini,” ujarnya.

jurnalis : Muhamad Dastian Yusuf
Bagikan Berita :