KEDIRI – Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Kediri bekerjasama dengan DPRD Provinsi Jawa Timur, Sabtu (15/06). Menggelar sarasehan bersama perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Dengan mengusung tema Bonus Demografi, Peluang dan Tantangan Pemuda Dalam Transformasi Sosial Budaya di era Virtual.
Hadir secara virtual, Emil Elistiano Dardak mantan Wakil Gubernur Jatim, selain dua pembicara utama Cristhopus Wahyu Suryo Wardhana dan Ning Imaz Fatimatuzahro’. Membuka acara ini digelar di salah satu hotel di Kediri, Crisma Dharma Ardiansyah, Ketua MPC SAPMA menyampaikan.
Dengan adanya keberadaan Bandara Dhoho Kediri, menjadikan Kabupaten Kediri termasuk dalam kota yang maju serta memiliki usia produktif sangat tinggi.
“Cuma usia produktif itu belum tentu orangnya produktif. Kita di sini membuat acara ini dengan menyiapkan beberapa narasumber dari berbagai unsur,” ucapnya.
Emil Elistiano Dardak secara virtual menyampaikan bonus demografi sebagai peluang. Tapi banyak generasi muda yang galau. Maka dari itu Emil menyebut jangan takut dan khawatir sebab generasi muda harus membekali diri kita dengan keterampilan dan dengan karakter yang tepat.
“Harapannya, tentunya organisasi seperti SAPMA PP bisa menjadi wadah juga untuk mendorong. Karena kata kunci dari perubahan selain keterampilan dan kompetensi karakter adalah mental. Kalau mentalnya kena, tentunya sulit untuk kemudian bangkit,” terangnya
Lalu sebenarnya apa yang menjadi alasan pemuda saat ini sering galau dan tidak resisten terhadap tekanan? Dijelaskan Ning Imaz, narasumber mewakili generasi muda, bahwa saat ini yang terjadi terlalu dimanjakan dengan kemudahan
“Kalau generasi terdahulu tekanannya tinggi. Mereka merasakan bagaimana krisis moneter, bagaimana hidup dalam perjuangan, sehingga semangatnya tangguh. Berbeda dengan pemuda saat ini, kebanyakan dari mereka mudah menyerah, karena adanya kemudahan yang bisa didapat,” jelasnya
Dalam dialog ini juga disebutkan resep menuju Indonesia Emas 2045. Resepnya rupanya tak muluk muluk, namun harus dibutuhkan kerja keras. Kedua resep menyongsong Indonesia emas ialah sumber daya manusia unggul dan teknologi yang maju. Hal ini disampaikan Cristhopus Wahyu Suryo Wardhana.
“Pertama ialah sumber daya manusia yang unggul kedua adalah teknologi. Sumber daya yang unggul maksudnya ialah pendidikan, kesehatan, amdan akses terhadap teknologi dan mssyarajat menanamkan kebanggan terhadap sejarah peradaban dan budaya,” jelas Cristhopus, yang juga menjabat Ketua Pengurus Pemuda Katolik Kabupaten Kediri.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim Editor : Nanang Priyo Basuki