KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana penuhi keinginannya warganya di Desa Kayen Kidul, dengan digelarnya Operasi Pasar Murah, bertempat di balai desa pada Kamis (11/01). Disedikan sejumlah komoditas pangan, mulai beras SPHP sebanyak 5 ton, gula 500 kg, minyak goreng 250 liter, 100 kg terigu, serta beberapa komoditas lain.
Diketahui bersama, Mas Dhito sapaan akrab bupati sempat hadir di tengah masyarakat bahkan hingga mengecek langsung kondisi sungai pada 27 Desember tahun lalu.
“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut pertemuan Mas Dhito, saat me-launching pompa air listrik untuk pengairan, ketika dialog ada beberapa usulan warga salah satunya pasar murah,” kata Camat Kayen Kidul Sigit Rahardjo
Mas Dhito saat Sidak
Bupati Kediri Mas Dhito saat menemui warga desa (Wildan Wahid Hasyim)Yang menarik, saat Operasi Pasar Murah juga menggandeng sejumlah pelaku UMKM lokal, menjual beragam jenis makanan, kue, pakaian hingga sepatu.
Antusias warga terlihat luar biasa, dengan mendatangi sejumlah stand UMKM. Adapun beras dijual seharga Rp. 10.400,- lebih murah dari harga pasaran di kisaran Rp. 13.500,-. Demi pemerataan, tim Satgas Pangan Kabupaten Kediri, melakukan pembatasan maksimal pembelian 10 Kg atau 2 sak berisi beras 5kg.
“Masyarakat sangat puas karena permintaan mereka telah diperhatikan oleh Mas Bup” ungkap Sigit.
Kades : Matur Suwun Mas Dhito

Kepala Desa Kayen Kidul, Bambang Agus Pranoto menyampaikan ucapan terima kasih atas respon cepat dilakukan orang nomor satu di Kabupaten Kediri penuhi permintaan warga.
Selain pasar murah, lanjut dia, ada permintaan warga yang juga langsung ditanggapi orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu terkait dengan pengairan.
Menurut dia, masalah pengairan menjadi kebutuhan dasar petani di wilayahnya dan oleh bupati dibantu empat unit sumur submersible. Kemudian, persoalan talud yang longsor telah dilakukan pengecekan tinggal menunggu realisasi pelaksanaan pekerjaan.
“Mewakili masyarakat saya sangat berterimakasih kepada Mas Dhito. Beliau sudah kerso rawuh (datang) ke sini sehingga tahu kondisi masyarakat. Ketika Mas Bup rawuh ke sini semua teratasi,” urainya.
jurnalis : Wildan Wahid Hasyim Editor : Nanang Priyo Basuki