KEDIRI – Rencana aksi dilakukan LSM Gerak Indonesia bertempat di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri ternyata batal digelar, hari ini (31/08). Padahal materi akan disampaikan, terkait dugaan korupsi penggelolaan koorporasi 1.000 ekor sapi untuk lima kelompok di wilayah Kecamatan Ngadiluwih.
Alasan tidak jadi digelar, konfirmasi disampiakan M. Rifai selaku koordinator aksi, bahwa terdapat acara keluarga dan ditunda Minggu depan. “Selain itu juga menunggu hasil audit dari Kementerian telah turun ke kandang. Kami akan melakukan laporan dulu ke Kejaksaan,” jelasnya.
Menyikapi dugaan penyelewengan, Plt. Kepala DKPP Tutik Purwaningsih justru membuka diri bila dugaan penyelewengan seperti disampaikan pihak LSM terbukti. “Kami persilahkan untuk konfirmasi ke pihak lebih berkompeten,” jelasnya.
Melalui Istar Abadi selaku Kepala Bidang Peternakan DKPP menyampaikan bahwa pihaknya telah mengundang lima kelompok pada Rabu malam.
“Kami undang meski sempat molor mereka hadir, selesai hingga setengah 10 malam. Kami minta semua pengurus untuk transparan. Ini merupakan pertemuan kali ketiga. Sejauh ini masalah telah diselesaikan, menginggat masalah terjadi di Ngadiluwih membawa nama Kabupaten Kediri di tingkat nasional,” jelasnya.
Dia pun membenarkan bahwa diantara kelompok tersebut tidak transparan, dan pihak DKPP telah menginggatkan baik saat pendampingan maupun kunjungan. “Alasan kerap disampaikan sapi sakit. Makanya kita minta transparan, karena kami melakukan pendampingan hingga tahun 2025,” terangnya.
Kementerian Keuangan melakui Dirjen Anggaran dan Kementerian Peternakan juga telah terjun ke lapangan. “Yang menyelesaikan masalah kelompok ini, makanya kami tidak bisa memberikan jaminan masalah akan selesai. sebelumnya kelompok ini telah melalui tahapan verifikasi. Banyak kelompok yang solid dan bonafit di Kabupaten Kediri, namun tidak lolos seleksi,” jelasnya.
Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri sepertinya telah mencium adanya penyalahgunaan ini. Meski enggan membeberkan lebih detail, melalui Kasi Intelejen, Roni, telah memberikan kode khusus bahwa sebenarnya pihak Korps Adhyaksa telah terjun ke lokasi mengumpulkan alat bukti. “Kita telah monitor,” jelasnya.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









