KEDIRI – Memasuki tahapan Pemilu 2024, mesin politik PDI Perjuangan mulai dinyalakan. Bertajuk Konsolidasi Akbar Daerah Pemilih Jatim VI, bertempat di Covention Hall SLG, Minggu (05/03). Mereka menghadir para caleg, pengurus dan secara khusus para kepala desa khususnya di Kabupaten Kediri.
Hadir dalam acara ini, Plh. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono, dua anggota DPR RI, Artheria Dahlan dan Sri Rahayu serta Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. “Bahwa PDI Perjuangan mendukung usulan kepala desa dan tahun ini kita targetkan Prolegnas dan digedok tahun depan 2024,” ungkap Mbah Kanang, sapaan akrab Budi Sulistyono
Mantan Bupati Ngawi menegaskan bahwa ini merupakan acara konsolidasi bukan kampanye. “Ttapi bagaimana merangkul semua agar sama-sama punya kepentingan yang sama agar punya keterbantuan, saling membantu dan lain sebagainya, intinya di situ. Jadi itu namanya konsolidasi bukan kampanye, belum saatnya. Bahwa konsolidasi makin inten persiapan Pemilu,” jelasnya.
Dia pun berharap PDI Perjuangan dipercaya oleh rakyat mengacu Pemilu 2019. “Kita Tahun 2019 dipercaya oleh rakyat. Apa yang sudah kita lakukan? apa yang belum kita lakukan? apa yang mereka belum puas, ketika itu sudah kita catat semua. Maka dalam waktu dekat kita tepati janji-janji kita. Apa yang belum kita selesaikan harus kita selesaikan cepat,” terangnya.
Terkait perolehan kursi legeslatif, sesuai amanah DPP, maka untuk DPR RI Dapil Vi ditargetkan meraih 5 kursi dari sebelumnya 3 kursi. Untuk DPR Provinsi dari 27 kursi ditargetkan meraih 40 kursi. “Bagaimana kita bersolek di depan masyarakat agar kita cantik, kita ganteng dan kita menyelesaikan masalahnya dia, itu bersoleknya kita
Kembali disinggung terkait sejauh mana bentuk perjuangan partai, Mbah Kanang menjelaskan bahwa dukungan ini merupakan keputusan politik. “Kita telah koordinasi dengan Pak Seken, dengn fraksi dan Baleg untuk ditindaklanjuti. Kita mau tunjukkan bahwa PDI responsif. Kita juga akan tekankan kepada petugas-petugas partai lebih responsif atas keinginan rakyat, kelompok, asosiasi dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Jurnalis : Bram Radyan Editor : Nanang Priyo Basuki