Persik Layangkan Surat Protes, Official Training Gelap Gulita, Sabotase?

Bagikan Berita :

SLEMAN – Laga menantang tuan rumah PSS Sleman, Kamis (9/2) sore di stadion Maguwoharjo Sleman akan dijadikan momen kebangkitan bagi Persik Kediri dan berharap dapat mencuri poin penuh nantinya. Sebanyak 23 pemain yang diboyong juga telah siap tempur dan diharapkan mampu memutus tren negatif di 2 laga sebelumnya. Namun ada insiden saat Official Trainning tanpa adanya lampu penerangan, apakah ada indikasi sabotase?

“Kami harus fokus selama 90 menit dan sudah belajar dari 2 pertandingan terakhir, semua pemain punya ambisi yang kuat untuk meraih poin nantinya. Seluruh tim saat ini hanya akan fokus ke pertandingan, bagi kami setiap laga adalah final dan tidak boleh lagi ada kelengahan sekecil apapun nantinya, apalagi PSS Sleman punya banyak pemain berkualitas seperti Jonathan, Ayoub, Bokhasvili ataupun Kim Kurniawan, pertandingan tidak akan mudah tapi kami harus percaya diri untuk memenangkan pertandingan,” ujar pelatih Persik Kediri, Divaldo Alves, Rabu (8/2) sore.

Sementara itu, terkait sesi official training Persik Kediri yang mengalami gangguan karena tidak adanya penerangan di stadion Maguwoharjo, Divaldo menyebut hal ini memang sempat menganggu persiapan timnya. Bahkan dirinya pun memutuskan untuk menyudahi sesi official training tersebut guna menjaga kondisi Faris Aditama dkk.

“Kita sudah tunggu beberapa lama, namun karena cuaca sangat gelap maka kita putuskan untuk mengakhiri sesi official training lebih cepat karena cukup riskan bagi pemain dan berpotensi membuat cedera. Namun saya pastikan pemain Persik akan tetap semangat memberikan yang terbaik, bukan hanya untuk perbaikan posisi di klasemen sementara namun juga bagi seluruh masyarakat Kediri,” tegasnya.

Sesi official training Persik Kediri, Rabu (8/2) sore berlangsung gelap gulita dikarenakan tidak adanya penerangan di stadion Maguwoharjo sejak dimulai pukul 17.20 WIB hingga berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Pihak manajemen Persik Kediri sendiri telah melayangkan surat protes resmi terkait kejadian ini ke PT LIB selaku operator kompetisi Liga 1 Indonesia 2022/2023.

editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :