Penyerahan bantuan becak listrik (Wildan Wahid Hasyim)

200 Becak Listrik Bantuan Uang Pribadi Presiden Prabowo Diserahkan ke Pengayuh di Kediri

Bagikan Berita :

KEDIRI – Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi diserahkan kepada para pengayuh becak di Convention Hall kawasan Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Selasa (24/2/2026).

Program tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil, khususnya para tukang becak yang mayoritas telah berusia lanjut.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Firman Dahlan, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan perhatian langsung Presiden kepada para pekerja sektor informal.

Menurutnya, penggunaan becak listrik diharapkan mampu mengurangi beban fisik para pengayuh yang selama ini harus mengandalkan tenaga penuh untuk menarik becak konvensional.

“Program ini bertujuan membantu meringankan pekerjaan para pengayuh sekaligus meningkatkan pendapatan mereka. Dengan becak listrik, tenaga yang dikeluarkan tidak lagi seberat sebelumnya,” ujar Firman.

Ia menjelaskan, setiap unit becak listrik memiliki nilai sekitar Rp22 juta dan seluruh pendanaannya berasal dari dana pribadi Presiden, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam sekali pengisian daya, kendaraan tersebut mampu menempuh jarak sekitar 30 hingga 40 kilometer.

Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 200 unit. Secara nasional, penyaluran bantuan becak listrik telah mencapai sekitar 15 ribu unit di berbagai provinsi.

“Target keseluruhan program ini sekitar 70 ribu unit. Namun, saat ini masih terkendala kapasitas produksi,” jelasnya.

Selain mengurangi beban tenaga pengayuh, program ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak.

Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu para pengayuh becak yang sebagian besar sudah lanjut usia.

“Dengan adanya becak listrik, para pengayuh bisa bekerja lebih ringan namun tetap produktif. Harapannya tentu pendapatan panjenengan semua meningkat dan kesejahteraan keluarga menjadi lebih baik,” kata Dewi.

Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjutnya, juga akan menyiapkan dukungan fasilitas agar operasional becak listrik dapat berjalan optimal. Salah satunya dengan menyediakan titik-titik pengisian daya baterai.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan PLN untuk menyediakan lokasi pengisian baterai di beberapa titik strategis,” tambahnya.

Di sisi lain, para penerima bantuan mengaku bersyukur atas program tersebut. Salah satunya Mas’ud, pengayuh becak asal Kediri yang telah dua tahun bekerja menarik becak.

Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu aktivitas sehari-harinya.

“Alhamdulillah, senang sekali. Kalau becak listrik lebih ringan, tidak perlu mengayuh terus,” ujarnya.

Selama ini Mas’ud biasa menunggu penumpang di sejumlah titik pinggir jalan, terutama pada jam-jam ramai. Ia memperkirakan tarif yang dikenakan kepada penumpang tidak akan jauh berbeda dari sebelumnya.

Mas’ud pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas bantuan yang diterimanya.

“Semoga bantuan ini membawa berkah bagi keluarga kami,” katanya.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :