foto : Anisa Fadila

Wali Kota Kediri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Siswa Kesulitan SPP Dapat Beasiswa Hingga Lulus SMP

Bagikan Berita :

KEDIRI – Rasa syukur terpancar dari wajah Nursuhadak, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Kampung Dalem, Senin (6/10). Ia tak henti mengucap terima kasih setelah putranya, FB, resmi menerima bantuan pendidikan penuh hingga lulus SMP. Bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Kediri untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

Kisah ini bermula dari laporan yang masuk melalui layanan Lapor Mbak Wali 112, yang mengabarkan seorang siswa SMP di Kediri terancam berhenti sekolah akibat kesulitan membayar SPP. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim Pemkot Kediri.

“Kami turun langsung untuk meninjau dan melakukan assessment. Insyaallah, adik FB akan mendapatkan bantuan penuh agar bisa melanjutkan sekolahnya,” ujar Vinanda, perwakilan Pemkot Kediri.

Wali Kota Kediri menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak. “Kami ingin meringankan beban keluarga dan memastikan tidak ada anak di Kota Kediri yang berhenti sekolah karena biaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyatakan. Bahwa pihaknya akan memperkuat pemantauan terhadap siswa yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Prinsip kami jelas, tidak boleh ada anak Kediri yang putus sekolah. Setiap kendala harus cepat terdeteksi melalui koordinasi guru dan kepala sekolah,” ungkap Mandung.

Ia juga menambahkan, bagi siswa yang sudah terlanjur berhenti sekolah, pemerintah menyediakan jalur pendidikan non-formal melalui PKBM dengan sistem paket A, B, dan C, agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Mandung mengimbau masyarakat agar aktif melapor jika menemukan anak yang tidak bersekolah. “Setiap kecamatan memiliki pengawas yang siap menindaklanjuti laporan dengan cepat,” ujarnya.

Program bantuan seperti yang diterima FB merupakan hasil kolaborasi Pemkot Kediri dan BAZNAS melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Langkah ini menjadi wujud kepedulian pemerintah agar tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan akibat kendala ekonomi.

Di sisi lain, Nursuhadak mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia mengaku sempat menunggak biaya sekolah selama tiga bulan sebesar sekitar Rp900 ribu karena keterbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah, kami mendapat beasiswa langsung dari Mbak Wali sampai anak saya lulus kelas 9. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya penuh haru.

Ia menjelaskan, persoalan ini bermula dari surat penagihan sekolah yang redaksinya kurang tepat, hingga menimbulkan kekhawatiran keluarga dan akhirnya dilaporkan ke Lapor Mbak Wali 112. Setelah dilakukan klarifikasi oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan, masalah tersebut kini telah tuntas dan terselesaikan dengan baik.

Dengan program seperti ini, Pemerintah Kota Kediri menunjukkan komitmennya menjaga masa depan anak-anak agar tetap bersekolah, tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :