KEDIRI – Keheningan malam di gardu ronda Dusun Kapasan, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, terasa lebih hangat dari biasanya, Minggu malam.
Sejumlah prajurit Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 duduk bersisian dengan warga, berbincang santai sembari tetap waspada menjaga keamanan lingkungan.
Di bawah cahaya lampu sederhana, prajurit berseragam loreng tampak menyatu tanpa jarak. Ada yang duduk di bangku kayu gardu ronda, ada pula yang berdiri memantau situasi sekitar permukiman.
Kebersamaan itu menjadi cermin nyata peran Satgas TMMD yang tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga merawat rasa aman masyarakat.
Komandan Kompi Satgas TMMD ke-127, Lettu Inf Sunarno dari Brigif 16/Wira Yudha, menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan kehadiran langsung prajurit di tengah warga merupakan bagian penting dari keberhasilan program TMMD.
“Ronda malam ini adalah bagian dari tanggung jawab kami. Kami ingin memastikan warga merasa aman sekaligus menjalin komunikasi yang lebih dekat,” ujar Lettu Inf Sunarno.
Sebelum berkumpul di gardu ronda, personel Satgas lebih dulu melakukan patroli keliling kampung. Mereka meninjau akses jalan, memeriksa titik-titik rawan, serta memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan.
Setelah itu, prajurit berdialog santai dengan warga, membahas situasi keamanan sekaligus perkembangan pelaksanaan TMMD di Desa Gadungan.
Warga menyambut hangat keterlibatan Satgas. Kehadiran TNI di gardu ronda bukan sekadar menambah rasa aman, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara prajurit dan masyarakat.
“Kami merasa diperhatikan. Dengan bapak-bapak TNI ikut ronda, suasana jadi lebih hidup dan aman,” ungkap salah seorang warga.
Ronda malam itu menjadi bukti bahwa Satgas TMMD ke-127 hadir tidak hanya untuk membangun jalan dan fasilitas desa, tetapi juga menanamkan rasa kebersamaan.
Di bawah langit desa yang sunyi, terjalin ikatan sederhana antara prajurit dan rakyat—sebuah harmoni yang menguatkan keamanan sekaligus persaudaraan di Desa Gadungan.









