foto : Anisa Fadila

Tertibkan PKL di Trotoar Jalan Patimura, Pemkot Kediri Ambil Langkah Tegas

KEDIRI – Trotoar semestinya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki. Namun, di sepanjang Jalan Patimura, pemandangan berbeda justru terjadi. Deretan pedagang kaki lima (PKL) menjajakan dagangan mereka hingga menutupi area yang seharusnya bebas hambatan. Menyikapi hal ini, Pemkot Kediri melalui operasi gabungan turun tangan menertibkan pelanggaran tersebut, Jumat (23/5) malam.

Operasi yang melibatkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Satpol PP, dan Polres Kediri Kota ini menyasar PKL yang tetap nekat berdagang di trotoar sisi selatan Jalan Patimura, padahal area tersebut jelas dilarang untuk aktivitas jual beli.

“Sudah kami sosialisasikan aturannya. Trotoar di sisi selatan itu harus steril. Kami sarankan pindah ke sisi utara, selama toko-toko di sana sudah tutup, itu masih bisa ditoleransi,” jelas Agus Dwi Ratmoko, Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri.

Sayangnya, tidak semua pedagang patuh. Dalam operasi tersebut, sejumlah barang dagangan diamankan sebagai bentuk sanksi, sekaligus untuk memberi efek jera. Langkah ini tidak hanya sebatas peringatan, tetapi juga dibarengi dengan penandatanganan surat pernyataan dari para pelanggar.

“Kalau cuma imbauan terus, tidak mempan. Maka kami ambil tindakan nyata. Mereka bisa mengambil barangnya kembali, tapi harus melewati proses pembinaan dan berjanji tidak akan mengulangi pelanggaran,” tegas Agus.

Ada tiga titik yang menjadi fokus penertiban malam itu. Dua di antaranya langsung dikenai sanksi, yakni di perempatan Jalan Patimura dan angkringan 45. Sementara satu lokasi lainnya masih diberikan toleransi karena sedang dalam masa relokasi ke area yang diperbolehkan.

Yang membedakan operasi ini dari patroli rutin adalah pendekatannya yang lebih konkret. Tidak hanya sekadar memantau, tetapi juga menindak pelanggar dengan tindakan nyata – termasuk kemungkinan dikenai tindak pidana ringan (Tipiring) jika mengulangi kesalahan.

Langkah tegas ini menandai keseriusan Pemkot Kediri dalam menjaga ruang publik agar kembali pada fungsi semestinya. Karena pada akhirnya, trotoar bukan untuk berjualan – tetapi untuk berjalan.

jurnalis : Anisa Fadila