KEDIRI — Semangat menebar kebaikan tak pernah surut ditunjukkan Gerakan Resik Resik Masjid Kediri (GRRM). Memasuki awal tahun 2026, komunitas sosial ini kembali menggelar aksi bersih-bersih masjid. Kali ini, Masjid Al Barokah, yang berada di Lingkungan Siti Inggil, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, menjadi sasaran kegiatan pada Minggu (4/1).
Masjid yang dikenal dengan ciri khas ukiran kayu dan bata ekspos tersebut menjadi masjid ke-21 yang disentuh GRRM sejak berdiri. Kegiatan ini sekaligus menjadi aksi perdana GRRM Kediri di tahun 2026.
Sejak pagi hari, suasana kebersamaan tampak kental di lingkungan masjid. Warga dari berbagai latar belakang—mulai remaja, orang tua, pengurus takmir, hingga mahasiswa—turut ambil bagian. Mereka bahu-membahu membersihkan setiap sudut masjid, mulai dari menyapu dan mengepel lantai, mencuci karpet, mengelap kaca jendela, hingga merapikan halaman dan area tempat wudu. Hasilnya, Masjid Al Barokah tampak lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk beribadah.
Pembina GRRM Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, mengatakan bahwa kegiatan di Masjid Al Barokah merupakan kelanjutan dari gerakan sosial yang telah berjalan sejak pertengahan 2025. Ia menegaskan, GRRM merupakan gerakan berbasis masyarakat yang mengajak warga bergotong royong memakmurkan masjid, khususnya masjid dengan aktivitas jamaah yang tinggi.
“GRRM ini gerakan warga. Kami ingin memakmurkan masjid bersama-sama. Terkadang, warga sekitar memiliki keterbatasan dalam perawatan, sehingga kami hadir untuk membantu secara gotong royong,” ujarnya.
Tanamkan Kecintaan Masjid

Ia juga mengungkapkan bahwa GRRM Kediri menjadi komunitas ke-6 yang terbentuk di Jawa Timur, setelah Malang, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan Gresik. Gerakan ini berawal dari inisiatif komunitas Mapala yang ingin mendekatkan kembali generasi muda dengan masjid melalui aksi nyata.
“Alhamdulillah, perkembangan GRRM Kediri tergolong cepat. Kediri adalah kota santri dengan banyak pondok pesantren, sehingga respons masyarakat sangat luar biasa,” tambahnya.
Dalam setiap kegiatannya, GRRM Kediri juga aktif melibatkan mahasiswa, termasuk dari UIN, guna menanamkan kecintaan terhadap masjid sejak usia muda. Harapannya, semangat ini dapat menjadi virus kebaikan yang menyebar ke daerah lain.
Sementara itu, Wakil Ketua Takmir Masjid Al Barokah, Agung Suprapto, mengaku bersyukur dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut antusiasme warga dan mahasiswa menjadi pemandangan yang jarang ditemui.
“Kami sebagai takmir dan masyarakat mengucapkan terima kasih. Ini ibadah yang luar biasa. Begitu ada usulan kegiatan ini, kami langsung menyambut dengan tangan terbuka,” tuturnya.
Menurut Agung, kegiatan bersih-bersih masjid kali ini melibatkan sekitar 125 orang. “Seumur hidup saya, baru kali ini melihat kegiatan kebersihan masjid dengan peserta sebanyak ini. Semoga menjadi amal jariyah dan Masjid Al Barokah semakin makmur ke depannya,” pungkasnya.
Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, GRRM Kediri terus menebar energi positif, mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan masjid serta menjadikan kebersihan sebagai bagian dari ibadah.
Bagikan Berita :








