KEDIRI – Ibadah Kenaikan Isa Almasih yang dilaksanakan di sejumlah gereja wilayah barat Sungai Brantas, Kabupaten Kediri pada Kamis (29/05), berlangsung dalam suasana yang aman dan khidmat. Sinergi antara jajaran Polres Kediri Kota dan personel TNI benar-benar terasa dalam upaya menjaga kelancaran dan ketertiban selama ibadah berlangsung.
Tak hanya mengamankan area gereja, aparat gabungan ini juga aktif melakukan langkah-langkah preventif, mulai dari pemeriksaan barang bawaan jemaat hingga memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) kepada warga sekitar.
Kapolsek Grogol, AKP Widodo Hariyo Saputro, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan pengamanan di tiga gereja utama yang mengadakan ibadah, yakni Gereja Yohanes Bosco (diikuti 150 jemaat), GKJW Wonosari (50 jemaat), dan GPDI Imanuel (25 jemaat).
“Sebanyak 10 personel kami terjunkan, dibantu Babinsa dari Koramil. Kami lakukan pemantauan menyeluruh, dan sejauh ini situasi sangat kondusif,” ungkap AKP Widodo.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh jemaat merupakan warga lokal, dan pelaksanaan ibadah berjalan sebagaimana biasanya, tanpa gangguan.
Di Kecamatan Mojo, pengamanan difokuskan pada dua gereja yang berada di Desa Mojo dan Tambibendo. Kapolsek Mojo, AKP Karyawan Hadi, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara kolaboratif oleh Bhabinkamtibmas, personel Samapta, dan Babinsa.
“Kami tetap melakukan pengecekan kepada jemaat yang belum dikenal, meski hanya satu dua orang. Ini adalah bagian dari upaya antisipasi kami,” ujarnya.
Selain itu, AKP Karyawan menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan suasana aman, khususnya di sekitar lingkungan tempat ibadah.
Di wilayah Kecamatan Banyakan, pengamanan terpusat di Gereja Tanjung, Desa Ngablak. Sekitar 60 jemaat hadir dalam ibadah yang dipimpin Pendeta Markus Rudi Eko. Kapolsek Banyakan, AKP Umar Said, menjelaskan bahwa Bhabinkamtibmas dikerahkan di area luar gereja, terutama area parkir, sembari menyampaikan pesan harkamtibmas kepada warga yang melintas.
“Langkah ini bertujuan menciptakan rasa aman tidak hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi masyarakat sekitar,” ujar AKP Umar.
Keterlibatan aparat gabungan dalam pengamanan ini menjadi cerminan pelayanan keamanan yang humanis dan profesional. Dengan kerja sama yang solid antara TNI, Polri, dan masyarakat, ibadah berlangsung dengan damai, tanpa hambatan.
jurnalis : Sigit Cahya SetyawanBagikan Berita :









