KEDIRI – Demi kemenangan Anies Rosyid Baswedan sebagai Presiden 2024, di Kabupaten Kediri telah dikukuhkan Badan Koordinator Saksi (Bakorsi). Merupakan salah satu inisiatif dan bukti nyata para relawan menuju perubahan di Indonesia. Yang cukup menarik, kehadiran forum ini juga mendapat dukungan dari partai politik.
Bertempat di rumah H. Imam Muhson berada di Desa Badal Pandean Kecamatan Ngadiluwih, Minggu (13/08). Yang didaulat selaku Ketua Bakorsi Kabupaten Kediri, digelar pengukuhan ratusan relawan, sesuai target demi memenangkan Anies sebagai presiden.
“Kami berharap Bapak Anies Baswedan sebagai presiden dan Partai NasDem sebagai partai pemenang dalam Pemilu 2024,” ucap Ketua DPD Partai NasDem, Lutfi Mahmudiono dalam sambutannya.
Hadir dalam acara, H. Fahmi Rosidi, Ketua DPD Bakorsi Jawa Timur dan Koordinator Jaringan Nasional Relawan Anies Baswedan yang juga jurnalis senior, Dhimam Abror. Dalam sambutannya, Fahmi Rosidi berharap, dengan ditandai penyerahan rompi harus siap menjadi saksi sejarah.
“Bila program ini berjalan, maka terdapat 9 juta relawan se-Indonesia. Selanjutnya, setiap relawan wajib mengajak minimal 4 orang datang ke TPS untuk mencoblos Mas Anies. Bila ini terealisasi maka meraih 39 juta suara dan kekurangannya melalui dukungan melalui partai. Saya bertemu Mas Anies saat haji kemarin, dan beliau ingin cukup satu putaran dan menang telak,” ungkapnya.
Kedaulatan di Tangan Rakyat

Dikonfirmasi usai acara, Dhimam Abror harus mengundurkan diri sebagai Anggota Dewan Kehormatan PWI. Memberikan apresiasi kepada dua daerah di Jawa Timur, salah satunya Kabupaten Kediri.
“Usai dikukuhkan di level propinsi Jawa Timur, Kabupaten Kediri lebih dahulu selain Blitar menyatakan siap dikukuhkan. Kita bentuk jaringan saksi sesuai slogan Top 100, 100 saksi di level nasional, 100 saksi di level propinsi dan 100 saksi di level daerah. Meskipun disebut Kandang Banteng, namun relawan Anies Baswedan di wilayah Kediri dan Blitar sangat dinamik dan kompak, saya tidak heran,” ucapnya.
Selanjutnya, ditambahkan Dhimam, segera diagendakan pelatihan pemantauan dan pengawasan pemilu. “Kita akan mengadakan pelatihan, Trainner of Trainner. Kita sudah mempunyai sistem untuk memantau dan mengawasi pemilu,” terangnya.
Saat ditanya terkait dukungan istana kepada salah satu calon presiden? Jurnalis senior ini membenarkan, untuk itu relawan Anies telah membentuk Pos Komando Rakyat (Poskora). “Kita telah membentuk Poskora, bila presiden ditentukan oleh istana, perlu diingat. Bahwa kedaulatan bukan ditentukan istana, bukan Jokowi atau siapapun. Namun kedaulatan ada pada tangan rakyat,” tegasnya.
editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









