Suasana penyegelan di PT. Teratai Mekar Mix oleh tim gabungan (Wildan Wahid Hasyim)

PT. Teratai Mekar Mix Disegel Ketigakalinya, Kasatpol : Diancam Pidana

Bagikan Berita :

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali menunjukkan komitmennya atas aduan masyarakat. Keluhan dari Roby, warga Dusun Dadapan Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem terkait keberadaan PT. Teratai Mekar Mix, hari ini (28/07) dilakukan penutupan oleh tim gabungan.

Roby pun mengaku berterima kasih kepada orang nomor satu di Kabupaten Kediri. “Saya memang hadir di acara Jumat Ngopi dan saya sampaikan langsung kepada Mas Bup. Alhamdulillah ditindaklanjuti oleh beliau,” jelasnya.

Diketahui bersama, sebenarnya pada 19 Desember 2022, pihak Satpol PP didampingi satuan kerja terkait, TNI dan Polri telah melakukan penyegelan. Saat itu yang disegel hanya batching plant, setelah sebelumnya kali ketiga pihak Satpol telah melayangkan surat peringatan.

Beking Jenderal?

Suasana penyegelan di PT. Teratai Mekar Mix oleh tim gabungan (Wildan Wahid Hasyim)

Namun faktanya mereka bandel bahkan muncul isu ada oknum jenderal berada di balik usaha ini. Dikonfirmasi terkait penutupan ini, plt. Kasatpol Agoeng Nugroho membenarkan terkait menindaklanjuti keluhan warga kepada Mas Dhito, sapaan akrab Bupati.

“Terkait di Teratai Mekar Mix ini, sebenarnya ini sudah lama yakni di tahun 2022, kami sudah melakukan penindakan. Kenyataannya dia tetap melaksanakan kegatan secara operasional. Lalu atas perintah pimpinan kami, melakuan penutupan secara permanen dan total. Dinas terkait seperti Perkim, PUPR, Perizinan, Pertanian, DLH dan hukum termasuk dari kecamatan. Kita di-back up TNI dan Polri, kita segel tetap dan kita keluarkan kendaraan yang di dalam,” jelasnya.

Bila kemudian melanggar? Agoeng menegaskan akan dijerat sanksi pidananya bila merusak portal dan segel yang telah dipasang. “Untuk sanksi pidana yakni 2 tahun 6 bulan kurungan penjara. Sebelum penutupan ini, ada dua kali penutupan di tahun 2022 dan ini yang ketiga kali,” terang plt. Kasatpol PP.

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :