KEDIRI – Proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, sudah lama mangkrak dan tak menunjukkan tanda-tanda kelanjutan sejak tahun 2020. Warga setempat pun mulai mempertanyakan nasib proyek yang disebut telah menghabiskan dana besar itu.
Polemik ini kembali mencuat setelah sejumlah aktivis dari LSM mendesak Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mengusut tuntas proyek yang tak kunjung selesai tersebut. Pasalnya, pembangunan yang dimulai di era kepemimpinan Bupati Haryanti Sutrisno itu tiba-tiba terhenti begitu saja setelah pergantian kepala daerah.
Menurut penuturan salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi, aktivitas pembangunan sempat berjalan dengan pemasangan pondasi dan tiang pancang. Namun, setelah itu, proyek berhenti total. Kini, lahan yang seharusnya menjadi fasilitas olahraga justru tampak terbengkalai seperti tanah kosong.
“Awalnya sempat dikerjakan, pondasinya bahkan sudah dalam dan tinggi sekitar tiga meter, tiang pancangnya juga sudah berdiri. Tapi sejak lama tak dilanjutkan, sekarang malah kelihatan seperti lahan kosong. Pagar pun hanya ada sedikit di bagian depan,” jelas warga tersebut.
Ia menambahkan, aktivitas terakhir terlihat menjelang berakhirnya masa jabatan Bupati Haryanti Sutrisno, sebelum digantikan oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) pada tahun 2020. Setelah pergantian kepemimpinan, proyek ini tak lagi tersentuh.
“Sejak ganti bupati, proyeknya berhenti. Mungkin karena programnya sudah beda, jadi tidak dilanjutkan. Sekarang sepi, warga pun jarang lewat sana,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Bulupasar, Agus Budi Suntoko, mengaku tak mengetahui secara rinci perkembangan proyek GOR tersebut.
“Maaf, dari pihak desa kami kurang tahu soal proyek itu. Silakan langsung tanyakan ke Pemkab,” ujarnya singkat, Jumat lalu.
jurnalis : Neha Hasna MaknunaBagikan Berita :









