KEDIRI – Agenda rutin Sidak Pasar kembali dilaksanakan Tim Satgas Pangan Kabupaten Kediri dan menemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Faktor kenaikan, salah satunya disebabkan cuaca yang tidak menentu.
Faktor lainnya, menjelang hari raya keagamaan dan tahun baru berdampakan lonjakan harga kebutuhan pokok. Dijelaskan Arbai selaku Kepala Bidang Penyedia dan Distribusi Bahan Pokok Dinas Ketahanan Pangan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kediri disampaikan. Kenaikan komoditas pada saat hari besar menjadi hal yang wajar, tak terkecuali bahan pokok seperti beras dan cabai
“Kenaikan untuk harga itu kalau menjelang hari besar memang seperti itu. Cuma yang patut kita perhatikan adalah jangan sampai harga ini naik di luar kewajaran dan tidak terjangkau oleh masyarakat. Selama ini kita temui di lapangan beberapa komoditas yang memang mengalami kecenderungan naik,” terangnya
Bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri cukup serius memantau kebutuhan stok dan harga bahan pokok dijual di pasaran. Sidak ini direncanakan terus berlanjut hingga mendekati Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Sidak tujuannya ialah untuk mengetahui stok dan hargan bahan bahan pokok yang ada di tingkat konsumen baik itu di pasarmaupun di toko modern dan di gudang penggilingan. Karena untuk menjelang hari besar keagamaan ada kecenderungan harga itu mulai merangkak naik,” lanjutnya
Lalu bagaimana komentar pedagang pasar menanggapi kenaikan harga menjelang Nataru ini? Suliah Samadun, salah satu pedagang di Pasar Tradisional Ngadiluwih menjelaskan, dengan kenaikan harga ini membuat pelanggannya berkurang
“Kalau untuk harga kebanyakan naik, semenjak Bulan Desember kemarin, telur harganya 24 ribu, kemudian telur puyuh 27 ribu, harga bawang merah 24 ribu, kemudian harga cabai kecil 72 ribu, cabai besar 60 ribu dan cabai keriting 50 ribu. Kalau mahal terus seperti ini, biasanya yang beli berkurang,” terangnya
Meski demikian, Arbai menjelaskan bahwa tidak semua harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Dia pun menyebutkan harga daging ayam, daging sapi dan minyak goreng.
“Sementara yang lain cenderung stabil seperti telur, daging ayam dan daging sapi kemudian minyak goreng juga stabil,” terangnya.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









