KEDIRI – Poskamling yang biasanya hanya menjadi tempat warga berjaga malam, kini berubah menjadi ruang perjumpaan penuh keakraban. Seperti yang tampak di Desa Besuk, Kecamatan Gurah, saat warga menyambut Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, bersama jajaran pejabat utama dan kapolsek. Suasana cair, hangat, dan sederhana, terjalin dalam obrolan santai ditemani suguhan makanan tradisional.
Tak hanya sekadar meninjau, Kapolres yang akrab disapa AKBP Bram itu memberi apresiasi atas semangat masyarakat menjaga keamanan melalui ronda malam.
“Satkamling adalah benteng pertama ketertiban. Dengan partisipasi warga, Polri semakin terbantu menciptakan rasa aman dan nyaman,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Polres Kediri menyerahkan bantuan berupa senter lalu lintas serta bingkisan bagi warga dan linmas yang berjaga. Tak lupa, imbauan pun diberikan: setiap poskamling diharapkan memasang aturan tamu wajib lapor 1×24 jam sebagai langkah sederhana memperkuat kontrol lingkungan.
“Cara ini sangat efektif untuk mencegah potensi kerawanan, agar masyarakat merasa lebih tenang,” tegasnya.
Menurut AKBP Bramastyo, keamanan bukanlah beban polisi semata, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mengajak warga untuk kembali menghidupkan budaya ronda malam sebagai wujud gotong royong.
Wujudkan Kediri Aman Nyaman

Senada dengan itu, Wakapolres Kediri, Kompol Hary Kurniawan, menjelaskan bahwa patroli dan kunjungan ke poskamling merupakan langkah preventif yang digiatkan kembali dengan semangat lebih tinggi.
“Wilayah kita luas, jadi dibagi dua. Pak Kapolres memimpin patroli di wilayah utara, sementara saya di selatan. Hampir semua kecamatan terjangkau, mulai dari Pagu, Pare, Kepung, hingga Kandangan,” jelasnya.
Hary menuturkan, sambutan warga begitu hangat. Mereka sabar menanti kehadiran polisi, lalu menyampaikan uneg-unegnya dengan penuh keterbukaan. Kehangatan terasa ketika warga menyediakan hidangan sederhana untuk dinikmati bersama.
Lebih dari sekadar patroli, kegiatan ini juga jadi sarana dialog, mulai dari urusan perizinan hingga menjaga keamanan lingkungan. Kompol Hary menegaskan bahwa ini bukan seremonial, melainkan bukti nyata upaya preventif kepolisian.
“Harapan kami, masyarakat sadar menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Dengan begitu, komunikasi terjalin, tidak ada sikap individualistis, dan rasa tanggung jawab bersama bisa tumbuh,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan pentingnya peran orang tua. Anak-anak harus dijaga, diberi kasih sayang, serta bimbingan rohani agar tidak mudah terjerumus pada pengaruh buruk, termasuk dari media sosial.
Program patroli dan kunjungan poskamling, kata Hary, akan terus berlanjut secara rutin, terutama pada malam Minggu saat aktivitas warga meningkat.
“Ini murni langkah preventif. Selama masyarakat merasa aman dan nyaman, tujuan utama kami sudah tercapai,” pungkasnya.
Bagikan Berita :








