KEDIRI – Di antara hijau sawah dan udara sejuk pegunungan Kepung, semangat kebersamaan kembali tumbuh di Dusun Wonorejo, Desa Kampung Baru. Di tempat ini, Polres Kediri Polda Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial berupa material bangunan untuk mendukung pembangunan Masjid Al-Huda, rumah ibadah yang menjadi pusat kehidupan spiritual warga.
Bukan seremoni megah, bukan pula acara seremonial penuh protokol. Penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun sarat makna, dihadiri jajaran Polres Kediri, perangkat desa, tokoh agama, dan masyarakat sekitar.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji hadir secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada takmir Masjid Al-Huda. Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, masyarakat menyambut langkah ini dengan rasa syukur dan antusiasme tinggi.
“Semoga bantuan ini dapat memperlancar pembangunan dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar AKBP Bram, Jumat kemarin.
Di sela-sela kesibukan menjaga keamanan dan ketertiban, Polres Kediri menunjukkan sisi lain dari tugas kepolisian — menyentuh kehidupan sosial dengan empati dan tindakan nyata.
AKBP Bram menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam pembangunan sosial dan keagamaan.
“InsyaAllah, dengan gotong royong dan niat baik, apa yang kita bangun bersama akan menjadi amal jariyah. Tak hanya masjid yang berdiri, tetapi juga hubungan Polri dan masyarakat yang makin kuat,” ungkapnya.
Masjid Al-Huda kini menjadi simbol baru bagi warga Dusun Wonorejo. Di antara tumpukan material dan dinding yang masih setengah jadi, tampak jelas semangat gotong royong yang mengalir di setiap langkah warga.
Bagi mereka, masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan titik temu spiritual dan sosial, tempat nilai-nilai kebersamaan dijaga dan diwariskan.
Kehadiran Polres Kediri dengan bantuan sosialnya menjadi dorongan moral yang besar. Tak sedikit warga yang merasa tersentuh oleh perhatian yang diberikan oleh aparat penegak hukum ini.
“Bukan jumlah bantuannya yang membuat kami terharu,” kata salah satu warga, “tapi perhatian dan kehadiran mereka di tengah kami.”
Melalui kegiatan ini, Polres Kediri ingin menunjukkan bahwa pelayanan Polri tidak berhenti di ranah hukum, melainkan juga meluas ke sisi kemanusiaan. Bahwa menjaga keamanan berarti juga menjaga harmoni, dan menegakkan hukum harus berjalan seiring dengan menegakkan nilai-nilai sosial.
Kegiatan sosial ini juga menjadi bentuk nyata implementasi program Polri Peduli, yang berfokus pada upaya mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menumbuhkan rasa saling percaya antara aparat dan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, Polres Kediri berharap keberadaan Polri semakin dirasakan manfaatnya — tidak hanya sebagai pengayom, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat.
Bantuan material untuk pembangunan Masjid Al-Huda mungkin tampak sederhana, namun maknanya jauh lebih dalam. Ia menjadi jembatan kemanusiaan yang mempertemukan empati, keikhlasan, dan harapan.
Setiap batu yang diletakkan, setiap semen yang diaduk, menjadi lambang gotong royong dan persaudaraan yang hidup di tengah masyarakat.
Polres Kediri sekali lagi membuktikan bahwa tugas menjaga negeri tidak hanya dilakukan di jalan raya atau ruang sidang, tetapi juga di tengah-tengah rakyat, dengan tindakan nyata dan hati yang peduli. (*)
Bagikan Berita :








