foto : Bram Radyan

Polres Kediri Perluas Layanan Gizi, SPPG Kedua Layani Ribuan Porsi untuk Pelajar

Bagikan Berita :

KEDIRIPolres Kediri kembali memperluas perannya dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dengan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kedua. Peresmian dilakukan di wilayah Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Selasa (27/1).

SPPG kedua ini berlokasi di Desa Plosoklaten dan dinilai memiliki posisi strategis karena berada di jalur utama, sehingga memudahkan proses distribusi serta pelayanan makanan bergizi. Sebelumnya, Polres Kediri telah lebih dahulu mengoperasikan SPPG pertama yang berlokasi di wilayah Plemahan, Pare.

Kapolres Kediri Bramastyo Priaji menjelaskan, SPPG di Plosoklaten menjadi salah satu dapur layanan gizi dengan akses paling dekat ke jalan raya utama. Kondisi tersebut dinilai sangat mendukung kelancaran operasional, khususnya dalam menjangkau penerima manfaat.

“SPPG kedua ini memiliki akses yang sangat strategis karena berada di jalan utama, sehingga memudahkan distribusi dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Bramastyo Priaji.

Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa keberadaan SPPG ini diharapkan dapat mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam pelaksanaan program pemberian makan bergizi gratis bagi masyarakat.

“Kami dari Polres Kediri bersama Yayasan Kemala Bhayangkari, Badan Gizi Nasional, Kepala SPPG, serta didukung pemerintah daerah dan TNI, berharap SPPG ini dapat mendukung misi Astacita Presiden Prabowo Subianto, yakni pemberian makan bergizi gratis bagi generasi muda, anak-anak sekolah, serta ibu hamil dan ibu menyusui,” ungkapnya.

SPPG kedua Polres Kediri sendiri mulai beroperasi sejak Senin (26/1). Pada hari pertama operasional, dapur gizi ini menyalurkan sebanyak 1.495 porsi makanan bergizi kepada 21 sekolah yang menjadi penerima manfaat.

Ketua SPPG kedua Polres Kediri, Maulana Habibi, menyampaikan bahwa jumlah produksi makanan akan terus ditingkatkan secara bertahap seiring dengan perluasan sasaran layanan.

“Pada tahap awal, kami melayani 21 sekolah dengan 1.495 porsi. Minggu depan akan kami tingkatkan menjadi 2.277 porsi untuk 26 sekolah. Untuk tahap terakhir, kami fokus di tingkat SMP karena jumlah siswanya paling banyak, sekitar 700 porsi,” jelasnya.

Pada hari perdana, menu yang disajikan kepada para penerima manfaat antara lain ayam krispi, oseng tahu, selada timun, dan nasi. Pengelola SPPG juga membuka ruang bagi sekolah maupun penerima manfaat untuk memberikan saran dan masukan terkait menu maupun pelayanan.

Sebagai bagian dari evaluasi, pihak SPPG telah membentuk grup WhatsApp khusus guna menampung berbagai masukan tersebut, yang nantinya akan dijadikan bahan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan ke depan.

jurnalis : Bram Radyan
Bagikan Berita :