KEDIRI – Redaksi kediritangguh.co menerima aduan dari seorang warga terkait kondisi rumah subsidi yang dibelinya di kawasan Kelurahan Pakunden, Kota Kediri. Ironisnya, rumah yang belum sempat ditempati itu sudah mengalami kerusakan cukup serius pada bagian plafon.
Warga yang enggan disebutkan identitasnya tersebut merasa kecewa dan khawatir dengan kualitas bangunan yang dibangun oleh PT. Irfai Properti. Ia mengaku telah melakukan serah terima kunci, namun tidak menyangka kondisi rumah sedemikian rupa karena belum sempat cek secara menyeluruh sebelumnya.
“Rumah ini belum pernah saya tempati. Tapi waktu dicek, bagian dalamnya sudah rusak. Memang serah terima kunci sudah dilakukan, tapi kami tidak tahu kualitas bangunan secara detail saat itu,” ujarnya.
Merespons aduan tersebut, pihak pengembang melalui Nira, staf humas PT. Irfai Properti, memberikan penjelasan. Ia mengatakan bahwa setiap rumah yang dijual melalui program subsidi selalu disertai dengan dokumen resmi berupa Berita Acara Serah Terima (BAST).
Dalam proses itu, pembeli diberikan waktu selama satu bulan sebagai masa komplain, untuk melaporkan jika ada kerusakan atau kekurangan.
“Kalau sudah serah terima, pembeli punya waktu satu bulan untuk menyampaikan keluhan. Kalau masih dalam masa itu dan belum dilakukan renovasi sendiri, pengembang tetap bertanggung jawab untuk memperbaiki,” terang Nira.
Namun, ia juga menegaskan bahwa jika masa komplain telah habis, dan penghuni rumah sudah melakukan perbaikan atau renovasi menggunakan tukang dari luar, maka pihak pengembang tidak lagi berkewajiban menanggung kerusakan yang muncul.
Meski begitu, PT. Irfai Properti menyatakan tetap terbuka terhadap segala bentuk laporan dari pembeli, selama keluhan tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian awal.
jurnalis : Rohmat Irvan Afandi