Rapat pengunduran diri LPMK Lirboyo (istimewa)

Pengurus LPMK Lirboyo Resmi Diterima Pengajuan Pengunduran Diri, Forum LKK Diharapkan Jangan Beringas

Bagikan Berita :

KEDIRI – Bertempat di Aula Kelurahan Lirboyo pada Jumat (13/02), Kepala Kelurahan Lirboyo, Panji Hartawan, secara resmi mengumumkan pengunduran diri seluruh Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Lirboyo masa bakti 2025–2030.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Ketua RW, Ketua RT, serta Karang Taruna. Dalam forum itu disepakati bahwa proses Pemilihan Antar Waktu (PAW) akan segera dilaksanakan untuk membentuk kepengurusan baru.

Panji Hartawan menjelaskan, pembentukan pengurus baru akan mengacu pada Peraturan Wali Kota Kediri Nomor 32 Tahun 2023. Ia meminta setiap RW segera mengajukan dua nama bakal calon pengurus LPMK.

“Setiap RW diminta mengajukan dua bakal calon. Selanjutnya akan dilakukan pemilihan dengan kehadiran minimal dua pertiga dari pemilik hak suara,” ujarnya.

Adapun pihak yang memiliki hak suara dalam pemilihan tersebut meliputi Ketua RW, Ketua RT, Karang Taruna, serta 16 bakal calon yang diajukan. Bakal calon dapat berasal dari Ketua RW, Ketua RT, maupun tokoh masyarakat yang dinilai memiliki potensi dan komitmen untuk memajukan wilayahnya.

Panji berharap kepengurusan baru nantinya mampu bekerja secara solid dan tetap menjaga harmonisasi di tengah masyarakat.

Pengurus LPMK Sampaikan Sikap

Terkait pengunduran diri tersebut, Jaenudin yang ditunjuk sebagai juru bicara pengurus LPMK menyampaikan pernyataan dalam forum. Ia mengakui keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan bersama.

Menurutnya, para pengurus pada dasarnya menyayangkan situasi yang terjadi. Ia menilai selama ini kepengurusan LPMK telah berupaya menjalankan tugas dengan baik dan membawa nama baik Kelurahan Lirboyo.

“Kami sebenarnya menyayangkan keputusan ini. Namun demi menjaga kondusivitas dan menghindari kegaduhan di tengah masyarakat, kami sepakat untuk mengundurkan diri dan kami juga menyakini kebenaran akan menemukan jalannya sendiri sebagai jawaban atas fitnah tertulis dalam surat, atas namakan Forum LKK,” ujarnya.

Jaenudin juga berharap ke depan tidak terjadi kembali dinamika serupa, adanya oknum Ketua RW disebutnya beringas. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan klarifikasi agar tidak muncul kesalahpahaman di masyarakat.

“Kami berharap calon yang akan diusung nanti benar-benar memiliki visi jelas, komitmen kuat, dan dipilih berdasarkan hati nurani,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar pihak-pihak terkait dapat melakukan klarifikasi secara terbuka guna menjaga suasana tetap rukun dan harmonis di lingkungan Lirboyo.

Respons Sejumlah Ketua RT

Rapat pengunduran diri Pengurus LPMK Lirboyo (istimewa)

Menanggapi situasi tersebut, sejumlah Ketua RT menyampaikan pandangannya. Ada yang mengaku masih mempertimbangkan untuk mengusulkan calon karena khawatir dinamika serupa dapat terulang di masa mendatang.

Namun demikian, Ketua Rw 07, Exwan Wahyu, menyampaikan bahwa pihaknya tetap berupaya memenuhi permintaan kelurahan dengan mengajukan dua nama bakal calon pengurus PAW.

“Untuk sementara yang diusulkan adalah Pak Bambang dan Pak Catur, keduanya saat ini menjabat sebagai Ketua RT. Namun kami tetap akan meminta persetujuan warga dan pengurus RT sebelum menyerahkan data resmi ke kelurahan,” jelasnya.

Ia berharap, siapa pun yang nantinya terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa suasana yang lebih harmonis dan konstruktif bagi Lirboyo. (*)

Bagikan Berita :