KEDIRI – Pelatihan menjahit, tata rias, dan tata boga memiliki banyak manfaat yang dapat memberikan dampak positif baik secara pribadi maupun profesional. Pertama-tama, keterampilan ini dapat meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri. Menjahit memungkinkan seseorang untuk membuat pakaian atau aksesori unik yang mencerminkan gaya pribadi mereka.
Sementara tata rias dapat membantu seseorang menonjolkan fitur wajah mereka dan mengekspresikan diri melalui berbagai teknik make up. Demikian pula, keterampilan tata boga memungkinkan seseorang untuk menciptakan berbagai hidangan lezat yang dapat dinikmati oleh diri sendiri maupun orang lain, serta mengeksplorasi berbagai rasa dan teknik memasak.
Selain itu, dengan mengikuti pelatihan ini juga membuka peluang karier yang luas. Dengan memulai bisnis jasa jahit atau bahkan merancang dan menjual pakaian sendiri. Tata rias menawarkan peluang untuk bekerja sebagai make up artis profesional, baik di industri kecantikan, fashion, atau hiburan.
Sementara itu, keterampilan tata boga dapat membawa seseorang ke dunia kuliner, baik sebagai koki di restoran, pembuat roti, atau bahkan pemilik usaha katering.
Keahlian-keahlian ini sangat dicari dan dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil. Demikian pernyataan disampaikan Bambang Priambodo selaku Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) disela melakukan kunjungan ke lokasi pelatihan tersebut, Selasa (30/07).
Adapun tiga lokasi pelatihan yang dikunjungi, pelatihan menjahit bertempat di Aula Kelurahan Tamanan, pelatihan tata rias di Aula Koramil Kota dan pelatihan boga bertempat di LPK Kusuma Kelurahan Bence Kecamatan Pesantren.
Diterangkan Bambang Priambodo, dengan begitu banyak manfaat yang ditawarkan pelatihan oleh Pemerintah Kota Kediri di tahun ini. Merupakan investasi berharga bagi warga Kota Kediri yang ingin meningkatkan keterampilan dan kualitas hidup mereka.
“Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kota melalui Dinas Koperasi UMTK, terus berkomitmen meningkatkan kompetensi masyarakat dengan melaksanakan berbagai pelatihan. Bersumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Diharapkan muncul wirausaha baru dan otomatis mengurangi angka pengangguran,” jelasnya.
Dengan didampingi tim Kejaksaan Negeri Kota Kediri, secara acak peserta diuji kemampunan baik tanya jawab maupun praktek secara langsung. Hal ini untuk memastikan juga, instruktur yang dilibatkan memang memiliki kompetensi di bidangnya.
Salah satu peserta pelatihan menjahit, Desi Wahyu, warga Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren. Menyampaikan rasa kebahagiaan diberi kesempatan turut sebagai peserta pelatihan. Ibu rumah tangga ini mengaku, sebelumnya hanya mampu menjahit tas.
“Awalnya disuruh daftar sama Pak RT, ternyata benar ilmunya sangat bermanfaat. Semoga nanti bisa punya usaha jahit sendiri,” ungkapnya.
editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









