KEDIRI – Upaya serius dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk membantu warganya di tengah tantangan ekonomi. Mulai 22 Juli 2025, sebanyak 122.232 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Kediri menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram per keluarga. Menariknya, bantuan kali ini tidak hanya berupa bahan pangan tetapi juga disertai dengan pemeriksaan kesehatan gratis di lokasi pembagian.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, menyebutkan bahwa penyaluran bantuan beras dilakukan setiap hari, sesuai jadwal yang telah ditentukan masing-masing desa dan kecamatan.
“Bantuan pangan ini sekaligus kami manfaatkan untuk memberi layanan kesehatan gratis kepada warga penerima manfaat. Jadi mereka tak hanya mendapatkan bantuan pangan, tapi juga pemeriksaan kesehatan gratis langsung di tempat,” kata Tutik saat ditemui di Balai Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Senin (28/7).
Menurut Tutik, langkah ini merupakan strategi khusus Pemkab Kediri dalam mengantisipasi kenaikan harga pangan serta menjaga ketahanan pangan masyarakat. Selain bantuan beras reguler, pihaknya juga tengah mempersiapkan Gerakan Pangan Murah yang akan digelar serentak di 26 kecamatan mulai pertengahan Agustus mendatang. Kegiatan ini bekerja sama langsung dengan Perum Bulog.
“Kami akan menyediakan beras SPHP Bulog dengan harga terjangkau, yakni Rp60.000 untuk 5 kilogram. Kegiatan ini difokuskan di wilayah yang rentan mengalami lonjakan harga atau tidak memiliki produksi beras sendiri,” terang Tutik.
Tutik juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Kediri saat ini sudah tidak lagi memiliki desa yang rawan pangan. Namun, kewaspadaan terhadap fluktuasi harga masih tetap perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga kestabilan harga pangan.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Kediri, Harisun, menyampaikan bahwa hingga saat ini, penyaluran bantuan beras sudah mencapai 20 persen dari total target penerima. Pada hari Senin ini, bantuan beras disalurkan kepada 197 keluarga di Desa Bulupasar. Targetnya, distribusi keseluruhan bantuan akan selesai pada hari Rabu pekan ini.
“Program ini bertujuan ganda. Tidak hanya meringankan beban warga kurang mampu, tapi juga menjaga stabilitas harga beras di pasar agar tidak terjadi lonjakan harga yang drastis,” ujar Harisun.
Ia menegaskan bahwa bantuan beras tersebut tidak boleh dijual kembali oleh penerima karena bantuan ini telah diverifikasi ketat oleh pemerintah pusat dan wajib dikonsumsi langsung oleh keluarga penerima manfaat.
“Beras yang kami salurkan merupakan jenis beras medium berkualitas tinggi dengan karakteristik yang hampir setara dengan beras premium baik secara visual maupun kualitasnya,” tambah Harisun.
Ke depan, Pemkab Kediri berharap bantuan pangan ini bisa terus disalurkan secara rutin setiap bulan, tentunya dengan menyesuaikan kebijakan dari pemerintah pusat agar masyarakat tetap terjamin kesejahteraan dan ketahanan pangannya.
jurnalis : Neha Hasna MaknunaBagikan Berita :









