foto : Bram Radyan

Panpel Temukan Tiket Palsu Laga Persik vs Persib di Stadion Brawijaya

Bagikan Berita :

KEDIRI – Meski telah ada larangan kehadiran suporter tim tamu, ratusan pendukung Persib Bandung tetap nekat datang saat laga Persik Kediri menjamu Persib Bandung di Stadion Brawijaya. Situasi sempat memanas setelah sekelompok Bobotoh menjebol pintu Tribun B demi memaksa masuk ke dalam stadion.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, membenarkan adanya kebocoran tiket yang diduga berasal dari komunitas pendukung tuan rumah. Ia mengakui, sistem distribusi tiket yang melibatkan komunitas kembali menjadi sorotan.

“Tiketing sudah kami percayakan ke komunitas. Kemarin ada anggota komunitas yang tertangkap menjual tiket. Ini sudah kejadian kedua, sebelumnya juga terjadi saat laga melawan Solo,” kata Widodo.

Tak hanya itu, Widodo menyebut banyak suporter Persib yang membawa tiket palsu berupa cetakan ulang file PDF. Akibatnya, barcode pada tiket tersebut tidak dapat dipindai saat pemeriksaan.

“Mereka membawa tiket dan memaksa masuk. Ini menjadi evaluasi besar bagi kami, terutama terkait sistem tiket berbasis barcode,” tegasnya.

Dari sisi pertandingan, laga berlangsung ketat dan berakhir imbang. Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menilai hasil satu poin tetap patut disyukuri meski timnya tampil dominan.

“Kami pantas menang, tetapi satu poin tetap bukan hasil yang buruk,” ujarnya.

Persik Kediri berhasil menahan laju Persib Bandung setelah gol penyeimbang Muhammad Firly di menit-menit akhir menggagalkan kemenangan tim tamu. Sebelumnya, Persib sempat unggul lebih dulu lewat gol Saddil Ramdani pada menit ke-68.

Marcos menilai hasil imbang tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri tim menjelang laga berikutnya melawan Arema FC.

Polisi Gelar Nobar di SLG

foto : Bram Radyan

Sementara itu, aparat kepolisian mengambil langkah preventif untuk menjaga situasi tetap kondusif. Selain melakukan pengamanan pertandingan, Polres Kediri juga menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

Wakapolres Kediri, Kompol Hari Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut digelar karena suporter Persib Bandung tidak memungkinkan untuk menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion. Atas arahan Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, nobar dipusatkan di depan Fave Hotel Kediri.

“Untuk menjaga kondusivitas, kami menyediakan lokasi nonton bareng bagi suporter Persib. Kami juga membagikan nasi kepada suporter yang datang dari luar kota, khususnya dari Bandung, agar mereka tetap nyaman dan aman,” jelas Kompol Hari.

Ia menambahkan, kepolisian juga menyiapkan pengamanan kepulangan para suporter Persib Bandung. Kendaraan mereka akan dikawal hingga perbatasan wilayah Kediri.

“Kepulangan pasti kami kawal. Kami juga menyediakan makan dan minum sebagai bentuk pelayanan agar situasi tetap kondusif,” imbuhnya.

Salah satu suporter Persib Bandung, Robi (23), mengaku tidak bisa masuk ke Stadion Brawijaya karena keterbatasan kuota tiket. Meski demikian, ia mengaku tidak kecewa karena kedatangannya ke Kediri juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi.

“Belum dapat tiket karena kuotanya terbatas, tapi tidak masalah. Ke sini juga untuk silaturahmi dengan teman-teman suporter di Kediri,” ujarnya.

Dengan pengamanan serta fasilitas yang disiapkan aparat kepolisian, rangkaian pertandingan dan kegiatan nonton bareng berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan – Bram Radyan
Bagikan Berita :